Keputusan PSSI yang menetapkan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia mendapatan dua tanggapan yang berbeda dari khalayak ramai.
Di satu sisi, kedatangan eks pelatih Timnas Kanada tersebut ditanggapi dengan rasa pesimis oleh barisan pendukung yang masih kecewa dengan blunder federasi yang memecat STY dan berakibat penurunan performa Timnas Indonesia secara keseluruhan.
Di sisi lain, kehadiran Herdman disambut dengan vibes yang cukup positif mengingat rekam jejaknya sebagai pelatih yang jauh lebih apik ketimbang Patrick Kluivert yang membawa Indonesia downgrade.
Uniknya, kehadiran pelatih berkebangsaan Inggris ke Timnas Indonesia tersebut ternyata berpotensi langsung bisa memberikan gelar juara bagi Indonesia hanya dalam hitungan bulan dan tak perlu menunggu bertahun-tahun.
Kok bisa? Tentu saja bisa! Karena berdasarkan timeline jadwal yang akan dilalui oleh Timnas Indonesia senior di tahun 2026 ini, pada pertengahan tahun nanti John Herdman sudah harus mendampingi sang anak asuh untuk bertarung di kejuaraan prestisius level Asia Tenggara bertajuk FIFA ASEAN Championship.
Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh Induk Sepak Bola Asia Tenggara alias AFF, kejuaraan yang dulunya bernama Piala AFF tersebut akan dilaksanakan pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Dan di sinilah celah yang bisa dimanfaatkan oleh Herdman untuk bisa langsung memberikan gelar juara bagi Indonesia.
Dengan jadwal yang direncanakan bakal dimainkan pada medio Juli-Agustus mendatang, eks pelatih Timnas Selandia Baru tersebut memiliki kesempatan besar untuk memanggil para pemain terbaiknya, termasuk dari benua Eropa.
Pasalnya, pada rentangan waktu tersebut, liga-liga di Benua Biru tengah memasuki libur akhir musim, sehingga para pemain yang berkiprah di sana tak terikat dengan jadwal kompetisi dan eligible untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Sekarang, coba kita bayangkan, jika nantinya di FIFA ASEAN Cup pada bulan Juli-Agustus 2026 John Herdman bisa memanggil pulang para pemain yang berkiprah di Eropa seperti Emil Audero, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diksn, Dean James, Ole Romeny dan nama-nama berkelas lainnya, sudah pasti Timnas Indonesia akan menjadi kekuatan paling mengerikan di turnamen bukan?
Dengan kekuatan semengerikan itu, secara hitungan matematis tentunya Pasukan Perang yang dibawa oleh Jonh Herdman di medan laga akan menjadi favorit utama untuk menjadi kampiun.
Dan itu artinya, terhitung dari tanggal 3 Januari 2026 kemarin hingga bulan Agustus mendatang, John Herdman berpotensi untuk membawa gelar juara bagi Indonesia hanya dalam hitungan kurang lebih 6 bulan saja.
Tentunya dengan syarat tak ada lobi-lobi bawah meja yang mengharuskan Indonesia kembali melepas titel juara ya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!
-
Gelaran Piala Asia U-17 2026 dan Perjalanan Penuh Keraguan bagi Pasukan Garuda Muda
-
Selain Coreng Wajah Indonesia, Bobotoh Juga Tempatkan Persib dalam Intaian Sanksi Berganda
Artikel Terkait
-
Batal Hadapi Timnas Indonesia, Finlandia Tampil di FIFA Series Selandia Baru
-
Kabar Buruk Pilar Timnas Indonesia di Thailand, Dua-duanya Keok!
-
Jadwal Malaysia Open 2026: 5 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Kedua, Ada yang Lawan Tuan Rumah
-
John Herdman Terbukti Piawai Rayu Pemain Keturunan, Naturalisasi Timnas Indonesia Bertambah?
-
Fakta-fakta Ekspansi NINE: Benarkah Akuisisi Tambang Mongolia Senilai Rp1,6 Triliun
Hobi
-
Transfer Pembalap Terlalu Cepat, Joan Mir Takut Salah Ambil Keputusan
-
MotoGP Tes Buriram 2026: Fabio Quartararo Frustrasi dengan Mesin V4 Yamaha
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Premier League: Mikel Arteta Ungkap Frustasi Arsenal usai Dijegal Wolves
Terkini
-
4 Pelembab Bamboo, Perbaiki Skin Barrier Kulit Sensitif yang Mudah Iritasi
-
Tarawih Terakhir Ibu
-
Novel Kita dan Mereka, Usaha untuk Meruntuhkan Tembok Prasangka
-
Rantau 1 Muara: Perjalanan Mencari Makna, Misi Hidup, dan Tempat Pulang
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah