Setelah menunggu beberapa waktu, John Herdman pada akhirnya diresmikan oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dilansir dari laman resmi PSSI, pelatih berkebangsaan Inggris tersebut diperkenalkan secara resmi oleh federasi pada tanggal 13 Januari 2026 lalu, di Hotel Mulia, Jakarta.
Hanya beberapa waktu saja setelah diresmikan, John Herdman kedapatan langsung memberikan sebuah statemen yang cukup menantang.
Seperti yang dirilis oleh laman Suara.com (15/1/2026), eks pelatih Timnas Kanada tersebut menyampaikan bahwa dirinya akan lebih memaksimalkan talenta para pemain dalam negeri, dan belum memasukkan nama para pemain yang mentas di Benua Eropa untuk gelaran Piala AFF yang dimulai pada bulan Juli mendatang.
"Turnamen di bulan Juli dan Agustus (Piala AFF) adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA," kata John Herdman dikutip dari laman Suara.com.
Memang, jika dilihat dari segi sulitnya mengangkut para pemain yang mentas di Eropa karena alasan profesionalisme yang mengikat antara sang pemain dengan pihak klub masing-masing, hal itu menjadi sebuah hal yang cukup lumrah.
Namun sayangnya, di satu sisi, keputusan John Herdman yang lebih memilih untuk membawa para pemain dari liga lokal ke guliran Piala AFF 2026 nanti, hal tersebut serta merta menempatkannya dalam 2 tantangan yang berbeda.
Yang pertama, keputusan tersebut akan membuat John Herdman menantang dirinya sendiri untuk memberikan hasil terbaik dengan materi pemain yang bukan kelas utama, dan yang kedua, apa yang diputuskan oleh Herdman juga membuat dirinya menantang (mungkin juga menentang) keinginan federasi untuk mengakhiri rasa penasaran tak pernah menjadi juara di ajang tersebut.
Tentu saja masih segar dalam ingatan kita jika pihak federasi, baik itu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir maupun anggota Exco PSSI kerap menyampaikan bahwa mereka butuh gelar juara. Karena Piala AFF adalah agenda terdekat, maka mereka pun beberapa kali menyampaikan bahwa turnamen tersebut akan menjadi target untuk mendapatkan label tersebut.
Sebuah target yang pada akhirnya ditantang sendiri oleh John Herdman, sosok pelatih yang baru saja mereka perkenalkan secara resmi. Karena bagaimanapun, dengan materi pemain yang mengandalkan talenta liga domestik, kans Indonesia untuk menjadi juara di ajang tersebut sedikit-banyak akan tereduksi.
Bukan bermaksud meremehkan kualitas para pemain yang ada, karena peluang untuk menjadi juara masih terbuka sangat lebar untuk tim sekelas Indonesia.
Namun yang menjadi pokok tantangan dari John Herdman adalah, dengan materi pemain yang tak semewah sekaliber para pemain yang berkiprah di Benua Eropa, tentunya kans untuk menjadi juara seperti yang digembar-gemborkan oleh PSSI menjadi relatif lebih kecil bukan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Jayden Oosterwolde: Mereka Hubungi Saya Tiap bulan, Apakah Ingin Bermain untuk Timnas Indonesia
-
Kabar Buruk untuk John Herdman, Pascal Struijk dan Jayden Oosterwolde Kompak Tolak Timnas Indonesia
-
Sehebat Apa Saint Kitts and Nevis? Negara Keith Kayamba Gumbs Jadi Lawan Timnas Indonesia
-
Rangkuman Ranking FIFA Tim Asia Tenggara, Update Timnas Indonesia Bikin Kaget
-
Beckham Putra Kasih Pembuktian ke John Herdman, Layak Dipanggil Timnas Indonesia ke FIFA Series 2026
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang