Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman membuka kemungkinan tak akan memanggil pemain yang bertarung di kompetisi Eropa untuk ajang Piala AFF 2026 di medio bulan Juli-Agustus mendatang.
Alasan yang dikemukakan oleh eks juru taktik Timnas Kanada tersebut sejatinya cukup simpel dan masuk akal, yakni karena meskipun musim telah berakhir, namun pada rentangan periode tersebut bertepatan dengan agenda pramusim kebanyakan klub di Benua Biru.
Sehingga, akan sangat besar kemungkinannya jika pelatih yang ditunjuk per tanggal 3 Januari 2026 tersebut akan lebih memaksimalkan para talenta lokal untuk menghadapi gelaran dua tahunan milik federasi sepak bola Asia Tenggara tersebut.
Meskipun memberikan dampak berupa pengurangan kekuatan tim secara signifikan imbas kemungkinan tak akan bergabungnya para pemain yang merumput di Benua Eropa, namun keputusan yang diambil oleh pelatih berkebangsaan Inggris tersebut juga mendatangkan keuntungan tersendiri.
Dengan potensi tak dipanggilnya para penggawa yang bermain di Eropa dan pemaksimalan pemain yang kini bertarung di kompetisi domestik atau benua Asia, maka kans bagi para pemain yang sebelumnya tersisih menjadi semakin terbuka lebar.
Bukan tak mungkin, para pemain yang menjadi penggawa kesayangan Shin Tae-yong akan kembali mendapatkan panggilan ke Skuat Nasional dan kembali merasakan menit bermain di bawah Panji-Panji Merah Putih.
Memang, semenjak lengsernya Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan, para pemain yang sebelumnya selalu menjadi langganan pemanggilan dan menjadi tulang punggung permainan Pasukan Garuda seolah langsung terlempar begitu saja.
Nama-nama berkualitas seperti Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam Bahar hingga Pratama Arhan, seolah langsung hilang dari radar pemanggilan sang pelatih pengganti.
Padahal jika kita melihat secara obyektif, sejatinya permainan para penggawa Garuda yang dididik langsung oleh STY itu juga terbilang cukup apik saat membersamai klubnya.
Namun sayangnya, ketatnya persaingan yang menghinggapi tubuh Timnas Indonesia seiring dengan gelombang kembalinya darah-darah keturunan ke Tanah Leluhur dan pergantian pelatih di tubuh Pasukan Garuda, membuat kualitas yang dimiliki oleh para penggawa kesayangan STY itu ternafikan.
Sehingga, ketika John Herdman memberikan pertanda bahwa dirinya mungkin tak akan memanggil para pemain yang berkiprah di pentas Eropa, pintu kembali bagi para penggawa kesayangan STY yang sempat tersisih itu menjadi terbuka lebar.
Apakah prediksi ini akan menjadi kenyataan? Bisa jadi demikian!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Jumpa Bulgaria di FIFA Series 2026, Bagaimana Peluang Indonesia Raih Kemenangan?
-
Breaking News! Shayne Pattynama Resmi Cabut dari Buriram United, Gabung Persija?
-
Pulih dari Cedera, Shayne Pattynama Dirumorkan Merapat ke Liga Indonesia?
-
Kabar Gembira dari Mees Hilgers: Cedera ACL Membaik, Siap Kembali ke Lapangan dalam Dua Pekan
-
Media Inggris Soroti Pelatih Baru Timnas Indonesia: John Herdman Lebih Kompeten dari Kluivert
Hobi
-
Dirumorkan ke Fiorentina, Emil Audero Gantikan Kiper Legendaris Spanyol?
-
Ferrari Testarossa Berubah Jadi Supercar 6 Roda, Tenaganya Tembus 1.200 HP!
-
Bukan Situs Ilegal! Ini Deretan Platform Resmi untuk Streaming Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong Resmi ke Persija, Mampukah Formula Sukses Timnas Terulang?
-
Erick Thohir Ultimatum Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik, Ada Apa?
Terkini
-
Portal Mitra BGN: Cuma Kosmetik Digital yang Tekuk di Tangan Pejabat?
-
4 Tinted Sunscreen Berikan Matte Finish pada Kulit Berminyak Cegah Breakout
-
Dianggap Sepele, Food Waste Ternyata Jadi Penyumbang Sampah Terbesar
-
Ulasan Buku How To Start, Saatnya Memulai Mimpi dan Keluar Zona Nyaman
-
Larangan Tumbler: Saat Kebiasaan Ramah Lingkungan Berhenti di Pintu Bioskop