Perkembangan teknologi dan informatika yang demikian pesat ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, perkembangan ini mendatangkan berbagai kemudahan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Sementara di sisi lain, hal ini juga mendatangkan berbagai tantangan baru yang berkenaan dengan berbagai informasi yang membanjiri kehidupan sehari-hari kita.
Selain mendapatkan berita-berita yang berkualitas, kita juga kerap kali mendapatkan informasi yang tak jelas sumbernya, dan menyebabkan keresahan masyarakat luas. Suara.com, salah satu media yang diperhitungkan sebagai penyampai berita arus utama di tanah air, menjadi pelopor dalam membangun generasi sehat digital di Indonesia. Apa sih maksud generasi sehat digital?
Menurut Veronica Utami, Direktur Marketing YouTube & NBU untuk Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara seperti disadur dari dailysocial, generasi sehat digital adalah generasi yang mampu menggunakan internet dengan aman, dan tak mudah terjerat atau jatuh ke perangkap misinformasi atau kabar yang menyesatkan.
Nah, kenapa saya berani menyatakan jika Suara.com adalah pelopor dalam pembangunan generasi yang sehat digital? Jawabannya karena mereka memiliki dua hal penting, yakni rubrik Cek Fakta, dan Yoursay.id yang merupakan User Generated Content yang mereka bangun, menjadi gerbang untuk menciptakan generasi sehat digital melalui peran masing-masing.
Yang pertama, rubrik Cek Fakta yang dimiliki oleh Suara.com, menjadi pelurus berita-berita hoax yang berseliweran di berbagai media dan platform berita. Hal ini diperparah dengan rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia, dan masih ber-mindset apapun yang mereka dapatkan dari internet adalah berita yang valid dan benar adanya. Tentu saja dengan kehadiran Cek Fakta milik Suara.com ini, berita-berita tak bersumber yang disebarkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab bisa diluruskan, dan bahkan bisa di counter balik dengan berbagai penjelasan yang berdasar dan ilmiah.
Kedua, tentu kita tak bolah menepikan peran dari yoursay.id. Jika rubrik Cek Fakta dari suara.com bertugas untuk melakukan pelurusan dan counter balik terhadap berita-berita atau informasi yang tak benar, maka yoursay.id bertugas untuk memberikan tulisan-tulisan yang berkualitas melalui para penulisnya.
Iya, meskipun berformat UGC, tetapi para member Yoursay harus memiliki sumber yang akurat jika menuliskan sebuah berita atau informasi. Jangan harap, tulisan abal-abal tanpa sumber yang jelas akan lolos kurasi dari tim editor. Jika masih memaksakan, maka warning dari editor berupa kata-kata cinta yang berbunyi “sumber artikel tidak jelas” dan sebangsanya akan setia mendampingi tulisanmu di bagian “rejected”.
Jangankan artikel yang tak memiliki sumber yang jelas, artikel yang berpotensi untuk menimbulkan polemik pun tak akan diloloskan oleh tim editor. Tujuannya apa? Tentu agar tulisan-tulisan yang terbit di kanal yoursay.id tersebut merupakan tulisan yang berkualitas dan menciptakan generasi sehat digital, dan menghindari polemik yang bisa saja terjadi di masyarakat.
Suara.com dan yoursay.id ibarat dwitunggal yang saling membahu dalam peperangan melawan informasi dan berita hoax yang menyebar begitu liarnya. Ibarat kata, Cek Fakta bertindak sebagai sang perisai dan penyerang balik. Sementara yoursay.id bertindak sebagai penyadar bagi mereka yang terkontaminasi berita-berita hoax dengan memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, dimulai dari masyarakat umum yang tergabung sebagai membernya. Ingin manjadi bagian dalam perang melawan penyebaran hoax? Ayuk, bergabung di yoursay.id!
Baca Juga
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
-
Indonesia Urung Tampil, Sepak Bola Asian Games Dipastikan Kehilangan Satu Kekuatan Terbaik
-
Regulasi Asian Games 2026 serta Kekecewaan Besar yang Mengintai Penggawa Garuda dan para Suporter
-
Timnas Indonesia, Asian Games 2026 dan Blunder Pemangku Kebijakan yang Terus Meminta Tumbal
Artikel Terkait
Kolom
-
Fenomena "Buku Jelek": Mengapa Kita Terobsesi Jadi Polisi Literasi?
-
Apatisme Sebagai Bentuk Protes Baru: Mengapa Diamnya Warga Adalah Alarm Bahaya?
-
Ketika Lembaga Keuangan Ikut-ikutan Baper
-
Festival Musik dan Komodifikasi Ruang Publik: Mengapa Harga Tiket Kian Mahal?
-
Mengapa Kenaikan Upah Tak Selalu Berarti Kesejahteraan?
Terkini
-
Latih Timnas U-17, Kurniawan Dwi Yulianto Dapat Wewenang Pilih Staf Sendiri
-
5 Tempat Dinner Romantis di Bandung, Bikin Momen Valentine Makin Berkesan
-
Film Live Action Sakamoto Days Ungkap 5 Pemeran Baru, Ada Kenjiro Tsuda!
-
Culture Shock, Toprak Razgatlioglu Kesulitan Pakai Ban Michelin di MotoGP
-
The Power of Nature: Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Kembali ke Alam