Asuhan Luis Enrique, Spanyol memang layak dan sudah seharusnya tak memberi celah bagi Albania untuk meraih kemenangan. Sebab dari 7 pertandingan (sebelum tadi malam berlaga), Spanyol tak pernah sekalipun menelan kekalahan atas Albania. Bagaimana tidak, rasanya malu saja bila sudah tujuh pertemuan tak terkalahkan harus tersungkur begitu saja.
Minggu (27/3/2022), Albania kembali bersua dengan Spanyol. Laga ini adalah uji coba international friendly macth yang sengaja dihelat di Spanyol, RCD Stadium, Barcelona dini hari. Pertandingan itu adalah genap pertandingan yang ke delapan bagi kedua kesebelasan. Dan hasilnya Spanyol kembali keluar sebagai pemenang. Skornya 2:1.
Iya, Spanyol memang layak menang kontra besutan Edoardo Reja itu. Mengapa demikian? Kembali lagi ke awal bahwa itu demi kewaswasan Jordi Alba dan kawan-kawannya. Artinya, rasa malu dan kurang sedap tentu akan menjelma mereka bila sudah tujuh kali bertemu, menang terus, masak mau kalah. Hal itu jelas akan menjadikan Albania mencatatkan sejarah, yakni mengalahkan Spanyol pertama kali.
Sejarah memang penting. Akan tetapi, bila sejarah itu terukir harus dengan kekalahan Spanyol yang mengenaskan, rasanya kurang tepat, Bos. Sebaliknya, mengapa Spanyol layak menang? Sebab, pertama adalah bermain di kandang. Rasanya sungkan bila harus takluk di markasnya sendiri. Kedua, Spanyol sudah lolos ke Piala Dunia di Qatar tahun 2022 ini. Rasanya kurang menggelegar dan meyakinkan bila Spanyol harus tumbang atas Albania.
Itulah mengapa Spanyol atau La Furia Roja layak menang!
Adapun gol yang dicetak oleh Spanyol kontra Albania semalam melalui kaki winger muda Barcelona, Ferran Torres di babak kedua, yakni menit ke 75, dan Dani Olmo pada menit ke 90. Sementara satu gol sang tamu, Albania adalah dicetak oleh Uzuni di menit ke 85.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Kolom
-
Ketika Skuad Rp400 Miliar Jadi Beban: Menatap Efek Etalase Timnas Indonesia
-
Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis
-
Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025
-
Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja
-
Kolektor Pengetahuan yang Tak Pernah Belajar: Ironi di Balik Fitur 'Simpan'
Terkini
-
Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam
-
Ulasan Shine: Ketika Gemerlap K-Pop Menyimpan Perjuangan
-
Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut
-
3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea
-
Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?