Belakangan ini masyarakat tengah ribut dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait sikap yang harus diambil oleh masyarakat muslim dalam menanggapi isu Israel-Palestina. Yakni fatwa MUI tentang hukum dukungan terhadap perjuangan palestina.
Pasalnya, dalam fatwa tersebut terdapat argumen yang menyatakan pengharaman atas pembelian pruduk yang berafiliasi ke Israel.
Lah, kalau hukummya haram berarti dosa jika sampai membeli dan menggunakan dong? Terus bagaimana nasib masyarakat yang benar-benar bergantung dengan sejumlah produk yang belum menemukan alternatif pengganti? Misalnya produk susu formula untuk bayi, skincare, dan produk-produk lain yang apabila diganti dengan brand selainnya belum tentu cocok.
Ada juga fenomena masyarakat yang sengaja membuang berbagai produk yang sudah dibeli karena menganggap bahwa produk-produk tersebut sudah haram untuk dikonsumsi. Nah kalau begini bukannya malah mubadzir, ya?
Memang sih masyarakat dianjurkan untuk menghindari beberapa produk dengan brand ternama yang mendukung agresi Israel. Namun perlu diingat bahwa fatwa MUI tidak lantas mengharamkan produknya.
Apabila dicermati baik-baik, fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang dukungan Palestina poin keempat mengatakan bahwa "Mendukung agresi Israel baik langsung maupun tidak langsung hukumnya haram".
Kemudian pada bagian rekomendasi poin ketiga menyatakan bahwa "Umat Islam diimbau untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel yang mendukung penjajahan dan zionisme".
Jadi perlu dicamkan di sini yakni pengharaman yang difatwakan oleh MUI adalah "sikap dukungan", baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika membeli sejumlah produk dari brand yang ikut terlibat mendanai gerakan zionisme dianggap adalah sikap dukungan, maka itu adalah hal yang haram berdasarkan fatwa MUI tadi.
Namun tidak lantas produk-produk tersebut hilang label halalnya, ya. Produknya tetap halal, namun tindakan membelinya yang dianggap haram.
MUI juga sudah memberikan rekomendasi kepada masyarakat bahwa semaksimal mungkin harus dihindari. Tapi jika ada kondisi darurat yang membuat kita belum memungkinkan untuk "hijrah" produk, ya nggak usah dipaksakan juga.
Misalnya untuk bayi yang memiliki masalah alergi atau pencernaan, jika harus berganti susu formula dengan brand tertentu kan beresiko untuk kesehatannya.
Perihal membuang-buang stok yang sudah terlanjur dibeli, ya nggak usah lebay juga. Dihabiskan dulu yang ada, untuk selanjutnya nggak usah beli lagi. Adapun untuk skincare bagi kamu yang punya masalah kulit yang serius, kamu bisa pelan-pelan beralih sambil mencari alternatif yang cocok apabila nggak langsung bisa meninggalkan sepenuhnya.
Jadi gimana nih sikap kamu dalam menanggapi fatwa MUI tentang pengharaman sejumlah produk?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ulasan Buku Berpikir Non-Linier, Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Otak
-
Ulasan Buku The Little Furball, Kisah Manis tentang Menghadapi Perpisahan
-
Ulasan Buku I'm (not) Perfect, Menyorot Ragam Stigma tentang Perempuan
-
Ulasan Buku Dolpha: Empat Anak Sahabat Laut, Petualangan Seru Anak Pesisir
-
Ulasan Buku 365 Ideas of Happiness, Ide Kreatif untuk Memantik Kebahagiaan
Artikel Terkait
-
Waspada! MUI Ingatkan Pemudik Soal Jamu Gratis Beralkohol Tinggi di Jalur Mudik
-
4 Rekomendasi Facial Wash Beras untuk Kulit Lebih Halus dan Bercahaya
-
Kontroversi PT Avo Innovation Technology PHK Karyawan Mendadak, Caranya Eksekusi Disorot
-
Bisnisnya Dituding Shella Saukia Overclaim, Bella Shofie Tak Terima: Jangan Nyeret Orang!
-
Massa Gelar Aksi Bela Palestina, Serukan Boikot Penjualan Produk-produk Israel
Kolom
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
Indonesia Krisis Inovasi: Mengapa Riset Selalu Jadi Korban?
-
AI Mengguncang Dunia Seni: Kreator Sejati atau Ilusi Kecerdasan?
-
Lebaran di Tengah Gempuran Konsumerisme, ke Mana Esensi Kemenangan Sejati?
-
Jalan Terjal Politik Ki Hajar Dewantara: Radikal Tanpa Meninggalkan Akal
Terkini
-
Ulasan Novel Dunia Sophie: Memahami Filsafat dengan Sederhana
-
Real Madrid Babak Belur Demi Final Copa del Rey, Carlo Ancelotti Buka Suara
-
Remake Film Mendadak Dangdut: Apa yang Berubah?
-
Piala Asia U-17: 3 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Tampil Gemilang
-
Review Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai, dari Ritual Mistis sampai Jumpscare Kejam