Indonesia sudah 79 tahun merdeka, tapi semangat nasionalisme kita nggak cuma dirayakan lewat upacara atau lomba-lomba 17-an. Salah satu bentuk kebanggaan kita yang tetap eksis adalah fashion, terutama batik.
Dulu, batik dianggap kuno, tapi sekarang batik malah jadi tren di kalangan anak muda. Mulai dari outfit kerja sampai baju nongkrong, batik tampil lebih modern dan stylish.
Misalnya, brand lokal Sejauh Mata Memandang sukses menghadirkan batik dengan desain kekinian yang tetap mempertahankan sentuhan tradisional. Nggak heran kalau sekarang batik sering dipakai buat segala kesempatan, karena bisa tampil modis sekaligus mencintai budaya Indonesia.
Nggak cuma batik, kain-kain tradisional lainnya seperti tenun dan songket juga ikut nge-trend di dunia fashion. Banyak desainer muda Indonesia yang bangga mengusung kain tradisional ini ke level internasional.
Contohnya, Didiet Maulana, yang sering menggunakan tenun ikat dan songket dalam karyanya. Didiet membuat kita sadar kalau fashion bisa jadi medium untuk melestarikan budaya, tapi tetap terlihat modern. Dengan begitu, kita bisa terus menjaga warisan budaya kita sambil tetap tampil kece di era sekarang.
Media sosial juga berperan besar dalam mempopulerkan fashion lokal. Banyak influencer dan selebgram yang suka banget pamerin outfit berbahan tradisional. Mereka berhasil menunjukkan bahwa kain-kain seperti batik dan tenun nggak harus dipakai di acara formal aja, tapi juga bisa jadi daily outfit yang fashionable.
Dian Pelangi, misalnya, sering banget berbagi gaya batiknya di Instagram dengan style yang santai tapi tetap elegan. Atau Ayudia Bing Slamet, yang kerap memadukan tenun dengan busana kasual sehari-hari. Para influencer ini nggak hanya bikin kita makin cinta sama kain tradisional, tapi juga bikin kita merasa bangga pakai produk lokal.
Setiap perayaan kemerdekaan, fashion berbasis budaya Indonesia juga makin bersinar. Ada banyak acara fashion show yang diselenggarakan khusus untuk menampilkan karya-karya lokal.
Contohnya, Jakarta Fashion Week sering mengangkat koleksi desainer muda dengan sentuhan budaya Indonesia, termasuk batik dan songket. Di sini, kita nggak cuma merayakan kemerdekaan secara simbolis, tapi juga mengapresiasi karya kreatif anak bangsa yang mampu bersaing di dunia internasional.
Nah, gimana cara kita bisa ikut mendukung ini semua? Simpel aja! Mulai dari beli produk lokal, dukung usaha kecil, sampai pakai batik atau kain tradisional buat daily outfit kita.
Dengan begitu, kita nggak cuma ikut melestarikan budaya, tapi juga tampil keren dan bangga sebagai anak bangsa. Karena pada akhirnya, fashion adalah cara baru kita merayakan kemerdekaan dengan tetap menjaga identitas budaya kita.
Jadi, yuk, rayakan kemerdekaan dengan cara yang fresh dan penuh cinta tanah air. Karena meskipun kita udah 79 tahun merdeka, mempertahankan budaya kita lewat fashion adalah bentuk kebebasan yang sesungguhnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengasah Kesabaran dan Kontrol Diri melalui Ibadah Puasa Ramadan
-
Lagu 'Like JENNIE' sebagai Manifesto Kepercayaan Diri Seorang Superstar
-
Transformasi Ramadan: Mengalahkan Diri Sendiri untuk Hidup yang Lebih Baik
-
Terjebak di Lingkaran Toxic? Simak Review Lirik Lagu "Love Hangover" Jennie
-
The Lazy Song Bruno Mars dan Kesenangan Bermalas-malasan Tanpa Rasa Bersalah
Artikel Terkait
-
Pesona Katun Bolong yang Lagi Tren, Dipakai Aurel Hermansyah hingga Mikha Tambayong saat Lebaran
-
10 Brand Fashion Wanita Lokal Populer yang Bikin Gaya Makin Kece!
-
Tren Girl Canon Events: Sarana Refleksi Perjalanan Hidup Perempuan
-
Konsumerisme dalam Tren Baju Lebaran 2025
-
Rayakan Momen Lebaran dengan Kreativitas di Glorious Spirit Raya 2025
Kolom
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
Terkini
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'