Kalau kamu sering berkendara di kota-kota besar, pasti nggak asing dengan pemandangan mobil atau motor yang parkir sembarangan di pinggir jalan. Fenomena parkir liar ini seakan sudah jadi "pemandangan biasa" yang sering diabaikan, padahal efeknya jelas: bikin macet makin parah.
Banyak pengendara yang entah malas mencari parkiran resmi atau nggak mau bayar, akhirnya memilih parkir di mana saja tanpa mikirin dampaknya. Tapi apa sebenarnya yang bikin parkir liar ini terus terjadi?
Di banyak kota besar, terutama di daerah padat seperti pusat perbelanjaan atau perkantoran, lahan parkir memang jadi masalah besar. Tempat parkir yang terbatas membuat banyak pengendara akhirnya memilih parkir di jalan, bahkan di area yang jelas-jelas dilarang.
Meski sudah ada rambu larangan parkir, tetap saja banyak yang nekat. Pengendara berpikir, selama kendaraan mereka nggak diderek atau kena tilang, berarti aman-aman saja. Tapi kenyataannya, tindakan ini bikin arus lalu lintas terganggu dan memperparah kemacetan.
Kalau ditelusuri lebih dalam, masalah ini nggak cuma soal kurangnya kesadaran pengendara, tapi juga kurang tegasnya penegakan hukum dari pihak berwenang. Di beberapa daerah, parkir liar seolah-olah "dilegalkan" oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Parkir di pinggir jalan, yang seharusnya gratis atau dilarang, tiba-tiba jadi lahan bisnis dengan tarif yang bervariasi. Ini jelas menimbulkan masalah baru, karena bukan cuma bikin jalan sempit, tapi juga menambah kesemrawutan.
Regulasi soal parkir liar sebenarnya sudah ada, bahkan cukup ketat di beberapa kota besar. Tapi, tanpa penegakan yang tegas, regulasi itu hanya akan jadi tulisan di atas kertas.
Perlu ada pengawasan yang lebih ketat dari aparat, termasuk tindakan yang cepat seperti menderek kendaraan atau memberikan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar.
Selain itu, perlu ada solusi jangka panjang, misalnya dengan menyediakan lahan parkir yang memadai dan mudah diakses, sehingga pengendara nggak lagi punya alasan untuk parkir sembarangan.
Solusi lain yang bisa diterapkan adalah edukasi publik tentang dampak parkir liar. Banyak yang mungkin belum paham bahwa parkir sembarangan bukan cuma bikin macet, tapi juga membahayakan pengguna jalan lain, terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Dengan edukasi yang tepat dan penegakan hukum yang lebih tegas, diharapkan fenomena parkir liar bisa berkurang, dan jalanan jadi lebih lancar.
Kita semua punya peran dalam mengatasi masalah ini. Pengendara harus lebih sadar akan dampak tindakannya, sementara pihak berwenang harus lebih tegas dalam menegakkan aturan.
Parkir liar mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya bisa sangat besar bagi kelancaran lalu lintas. Jadi, mulai sekarang, yuk parkir di tempat yang benar dan mari sama-sama bikin jalanan lebih tertib!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Gen Z Lebih Pilih Sehat Mental Dibanding IPK Cumlaude, Salahkah?
-
Gen Alpha Beda dari Kita! Pola Asuh Zilenial Ubah Segalanya
-
Hormat Bukan Berarti Setuju! Gen Z dan Keberanian Berdialog
-
Ketika Karnaval Jadi Derita! Sound Horeg dan Dampak Nyata untuk Kesehatan
-
AXIS Nation Cup! Tempat Mimpi-Mimpi Liar Pemuda Indonesia Meledak
Artikel Terkait
-
Stop Polusi Suara! Macet Memang Bikin Emosi, tapi Klakson Bukan Solusi
-
Heru Budi Minta Warga Maklumi Kawasan Monas Macet Parah saat HUT ke-79 TNI
-
2 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Pukulan Telak, dan Titik Balik Sepak Bola Indonesia
-
Mulai Digarap, Bawaslu Sebut Dugaan Kampanye Jaro Ade di Tempat Ibadah Terancam Sanksi Pidana
-
Awas! Parkir Sembarangan di Jalan Bisa Kena Denda 1,5 Miliar, Ini Aturan Lengkapnya
Kolom
-
Guru Hebat Butuh Kebijakan yang Nggak Setengah-Setengah
-
Gelombang Aksi Kian Memanas, Bayang-Bayang Tragedi 1998 Kembali Terngiang
-
Influencer Ditawari Bungkam Rakyat: Jeri dan Jerome Polin Tolak Jadi Corong Kekuasaan!
-
Demo Diwarnai Kekerasan: Ketika Suara Rakyat Dijawab dengan Gas Air Mata
-
Makassar Membara: Kematian Ojol Picu Amarah Rakyat, Elit Kabur ke Luar Negeri!
Terkini
-
Sinopsis Zhang Jian, Drama China yang Dibintangi He Bing dan Yang Li Xin
-
Heboh! Lucinta Luna Orasi di Depan DPR, Sindir Pemerintah hingga Kibarkan Bendera One Piece
-
Tidak Matre, Pedro Acosta Pilih Motor Kompetitif daripada Gaji Selangit
-
Review Film Siapa Dia: Perjalanan Epik Sinema Indonesia!
-
Ketika Futsal Menjadi Media Broadcasting Alternatif Generasi Z