Hayuning Ratri Hapsari | Choirunnisa Nuraini
Potret Desa Kemiren (Kemiren.com)
Choirunnisa Nuraini

Ada banyak desa di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya, tetapi tidak semuanya mampu mengubah warisan tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi pengecualian. Sebagai kampung adat Suku Osing yang telah lama dikenal sebagai destinasi wisata budaya, Kemiren berhasil membuktikan bahwa budaya bukan sekadar identitas, melainkan modal sosial yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Transformasi itu semakin menemukan arah ketika Desa Kemiren bergabung dalam Program Desa Sejahtera Astra (DSA). Program ini bukan hanya menghadirkan pendampingan, tetapi juga membangun kolaborasi yang memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal. Di tengah perjalanan tersebut, kewirausahaan tumbuh sebagai pilar utama yang menggerakkan roda ekonomi desa.

Kang Edai, Local Hero yang Menggerakkan Perubahan dari Akar Rumput

Perjalanan Desa Kemiren bersama Astra bermula pada tahun 2024. Momentum tersebut hadir setelah kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, ketika Desa Kemiren berhasil masuk dalam jajaran 50 besar desa wisata terbaik Indonesia. Tidak lama berselang, Astra menetapkan Desa Kemiren sebagai bagian dari Program Desa Sejahtera Astra.

Pada saat yang sama, Kang Edai dipercaya menjadi Local Hero. Penunjukan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Sebelum bergabung dengan Program Desa Sejahtera Astra, ia telah aktif sebagai ketua desa dan selama bertahun-tahun fokus mengembangkan aktivitas kewirausahaan masyarakat.

"Awalnya saya menjadi ketua desa, kemudian Astra menunjuk saya menjadi penggerak sekaligus Local Hero di Desa Kemiren," ungkap Kang Edai.

Kepercayaan tersebut menjadi titik awal lahirnya peran baru. Jika sebelumnya ia hanya berkonsentrasi pada pengembangan usaha masyarakat, setelah bergabung dengan Astra tanggung jawabnya berkembang menjadi penggerak berbagai program pemberdayaan yang melibatkan seluruh elemen desa.

Kewirausahaan, Pilar yang Mengubah Potensi Menjadi Kesejahteraan

Program Desa Sejahtera Astra mengembangkan empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Masing-masing memiliki kontribusi penting terhadap pembangunan desa. Namun, menurut Kang Edai, kewirausahaan merupakan aspek yang paling nyata memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

"Yang paling dirasakan manfaatnya adalah kewirausahaan," tegasnya.

Penilaian tersebut berangkat dari karakter Desa Kemiren sebagai desa wisata budaya. Aktivitas ekonomi masyarakat sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebelum bergabung dengan Astra, pengelolaan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga minimnya sarana dan prasarana pendukung.

Kehadiran Program Desa Sejahtera Astra memberikan dorongan yang signifikan. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fasilitas, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, serta pendampingan dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Pendekatan tersebut membuat masyarakat tidak hanya menerima manfaat ekonomi, tetapi juga memperoleh pengetahuan untuk mengelola peluang secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketika Desa Kemiren Menjadi Bagian dari Panggung Pariwisata Dunia

Penguatan kewirausahaan membawa Desa Kemiren melampaui batas-batas geografisnya. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah kesempatan mengikuti ASEAN Tourism Award pada kategori Homestay di Malaysia. Dalam ajang tersebut, Kang Edai dipercaya menjadi delegasi yang mewakili Desa Kemiren.

Kesempatan tersebut kemudian berlanjut melalui kegiatan promosi pariwisata di Tiongkok. Pengalaman internasional tersebut membuka wawasan baru mengenai standar pelayanan wisata, pengelolaan homestay, hingga strategi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.

Seluruh proses itu berkontribusi terhadap capaian Desa Kemiren yang berhasil masuk dalam jajaran Best Tourism Village 2025. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa desa berbasis budaya mampu bersaing di tingkat global apabila didukung oleh penguatan kewirausahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Menurut Kang Edai, dukungan Astra berperan penting dalam menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, termasuk mendukung pengembangan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi penguatan ekonomi desa.

Tantangan Adaptasi di Balik Sebuah Keberhasilan

Di balik berbagai capaian tersebut, perjalanan Desa Kemiren tidak selalu berjalan mulus. Kang Edai mengakui bahwa tantangan terbesar justru terletak pada proses penyesuaian.

"Kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan berbagai program dengan kondisi desa. Bahkan sampai sekarang proses penyesuaian itu masih terus berlangsung," jelasnya.

Setiap desa memiliki karakteristik, budaya, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, implementasi Program Desa Sejahtera Astra memerlukan proses belajar yang berkelanjutan agar setiap program benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Tantangan tersebut justru memperlihatkan bahwa pembangunan desa merupakan proses yang dinamis dan membutuhkan kepemimpinan yang adaptif.

Desa Sejahtera Astra, Kolaborasi yang Menumbuhkan Masa Depan

Kisah Desa Kemiren menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam konteks tersebut, kewirausahaan menjadi penggerak utama yang memperkuat sektor-sektor lain. Ketika ekonomi masyarakat tumbuh, kualitas pendidikan meningkat, layanan kesehatan semakin baik, dan kesadaran terhadap lingkungan ikut berkembang.

Peran Kang Edai sebagai Local Hero memperlihatkan bahwa kepemimpinan lokal memiliki posisi strategis dalam menghubungkan potensi desa dengan peluang yang dihadirkan melalui Program Desa Sejahtera Astra. Kolaborasi tersebut telah mengubah Desa Kemiren dari sebuah desa adat menjadi desa yang memiliki daya saing hingga tingkat internasional tanpa kehilangan identitas budayanya.

Pada akhirnya, Desa Kemiren memberikan pelajaran bahwa kesejahteraan tidak lahir dari perubahan yang instan, melainkan dari keberanian masyarakat untuk berinovasi, belajar, dan tumbuh bersama. Di situlah makna sejati Desa Sejahtera Astra menghadirkan pembangunan yang berakar pada potensi lokal, digerakkan oleh masyarakat, dan diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.