Peran orang tua membentuk kepribadian dan kemandirian anak tidak dapat tergantikan di tengah era perkembangan digital. Ada beragam konsep mendidik anak yang sering kita dengar. Salah satu pendekatan yang menarik perhatian dalam dunia pendidikan dan perkembangan anak adalah konsep "Jellyfish Parenting".
Istilah di atas merujuk pada gaya pengasuhan yang fleksibel, penuh perhatian, dan adaptif. Inspirasi dari pergerakan lembut ubur-ubur di dalam air, pendekatan ini memberikan panduan bagi orang tua tentang cara mendukung anak-anak mereka dalam menghadapi tantangan dan tumbuh menjadi individu yang tangguh.
Hanya tiga prinsip
Menurut Kara Nesvig yang dilansir dari verywellfamily.com, jelllfish parenting didasarkan pada tiga prinsip utama: kesabaran, penghargaan, dan fleksibilitas. Orang tua yang menganut konsep ini fokus pada memberikan dukungan emosional dan mental yang kuat kepada anak-anak mereka. Mereka mengerti bahwa perkembangan anak memerlukan waktu, dan bersedia memberikan dukungan yang diperlukan dalam setiap langkah perjalanan mereka.
Kara Nesvig juga menyebutkan konsep Jellyfish parenting adalah cenderung mengikuti arus, mengikuti jejak-jejak anak, dan tidak sering menetapkan aturan atau memaksakan kehendak. Menurut Nesvig, pendekatan seperti ini sangat bagus saat anak-anak tumbuh dan belajar banyak tentang otonomi dan kemandirian.
Salah satu kunci utama dalam mengadopsi Jellyfish Parenting adalah memberikan penghargaan dan penguatan positif. Orang tua dengan pendekatan ini secara konsisten memberikan pujian, dorongan, dan apresiasi terhadap usaha dan prestasi anak-anak mereka. Ini membantu membangun rasa percaya diri yang sehat dan memotivasi anak untuk terus berusaha melakukan yang terbaik.
Fleksibilitas juga merupakan elemen penting dalam Jellyfish Parenting. Orang tua yang mengikuti pendekatan ini mengerti bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan keunikan mereka sendiri. Mereka siap untuk beradaptasi dengan perubahan keadaan dan menyesuaikan pendekatan mereka sesuai dengan kebutuhan anak. Fleksibilitas ini memungkinkan anak-anak merasa didukung dan dihargai dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka.
Bagaimana menerapkannya?
Cara menerapkan Jellyfish Parenting dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan anak, berbicara tentang perasaan mereka, dan merespon dengan empati. Berikan ruang bagi mereka untuk mengemukakan pendapat, bahkan jika itu berbeda dengan pandangan orang tua. Selain itu, berikan penghargaan dan penguatan positif secara teratur untuk menguatkan rasa percaya diri mereka.
Menurut pandangan Kristene Geering, direktur pendidikan di Parent Lab, sebagaimana dikutip dari parents.com bahkan menggambarkan JellyFish parenting sebagai "mempraktikkan seni menyesuaikan diri dengan anak”. Gagasan di balik Jellyfish parenting adalah bahwa orang tua cukup mendengarkan apa yang ingin dilakukan anak.
Hemat penulis, tidak berlebihan jika menerapkan Jellyfish Parenting bisa membantu menciptakan hubungan yang kuat, hangat, harmonis antara orang tua dan anak, serta mendukung perkembangan kemandirian dan kepercayaan diri anak. Dengan pendekatan ini, orang tua dapat membimbing anak-anak mereka melalui tantangan kehidupan dengan rasa percaya diri dan memiliki keterampilan menyambut masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
Belajar Membaca Peristiwa Perusakan Makam dengan Jernih
-
Kartini dan Gagasan tentang Perjuangan Emansipasi Perempuan
-
Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
Artikel Terkait
-
Disinggung Egois Oleh Pinkan Mambo Gegara Minta Dibelikan Ponsel Harga Rp 10 Juta, MA Beberkan Cerita Sebenarnya
-
MA Anak Pinkan Mambo Pamer Kekompakan Bareng Fuji, Warganet: Sama Keluarga Pak Haji Pasti Dia Nyaman
-
Jangan Sampai Anak jadi Mageran! Ajak Bergerak Lewat 5 Kegiatan Asyik ini
-
Anaknya Ugal-ugalan di Jalan Raya, Wakil Ketua DPRD Sulsel: Hal Biasa
-
Mencegah Pelecehan Seksual pada Anak Usia Dini dengan Konsep PANTS
Lifestyle
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga
-
3 Rekomendasi HP POCO Rp1 Jutaan 2026: Performa Ngebut, Harga Bersahabat
-
5 Face Wash dengan Brush Silikon untuk Eksfoliasi Wajah yang Maksimal
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet