Memperhatikan tumbuh kembang anak merupakan kewajiban bagi setiap orang tua. Pasalnya, proses tumbuh kembang tidak terjadi begitu saja. Orang tua ikut serta dalam menjadi penentu terhadap keberhasilan anak untuk menjadi sosok yang cerdas dan sehat.
Disamping itu, orang tua juga perlu tahu tentang beragam faktor yang bisa menjadi penghambat pertumbuhan anak. Jika orang tua bersikap abai, maka proses tumbuh kembang bisa saja terganggu.
Disdur dari laman dan artikel kesehatan relevan medlineplus.gov dan www.ncbi.nlm.nih.gov, berikut lima faktor penghambat pertumbuhan anak yang patut diwaspadai.
1. Pola Asuh yang Buruk
Dalam proses tumbuh kembang, orang tua tak hanya memperhatikan kualitas dan ketahanan fisik sang anak. Sebab, faktor psikologis juga turut andil dalam proses tersebut. Salah satu caranya yakni dengan memberikan pola asuh yang tepat.
Misalnya dengan melatih anak untuk menyelesaikan situasi yang ia hadapi secara mandiri. Disamping itu, orang tua juga perlu memberikan support system agar anak tak mudah takut dan merasa putus asa.
Orang tua juga menghindari pola asuh buruk yang membuat anak merasa tertekan, seperti membentak, memarahi tanpa solusi, ataupun membandingkan anak dengan teman seusianya.
2. Asupan Gizi yang Tak Mencukupi
Anak-anak yang berada dalam proses tumbuh kembang sangat membutuhkan asupan gizi yang optimal. Jika orang tua lalai, maka anak bisa saja mengalami kurang gizi, gizi buruk, hingga stunting. Kondisi ini tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan hingga menghambat proses tumbuh kembangnya.
BACA JUGA: 4 Langkah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas
3. Penyakit Tertentu
Tak hanya asupan gizi, berbagai penyakit infeksi, seperti diare, kecacingan, demam thypus, dan influenza dapat membuat tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Pasalnya, anak-anak yang sakit akan membuat nafsu makannya menurun sehingga berat badannya juga akan ikut menurun.
4. Hygiene dan Sanitasi yang Buruk
Menerapkan kebiasaan diri pada anak perlu diajarkan sejak dini. Tak hanya itu, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar anak, seperti di dalam rumah dan tempat ia bersosialisasi.
Sebab, kebersihan diri dan lingkungan yang buruk dapat meningkatkan risiko penyebaran virus dan bakteri pemicu penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan anak.
Jika kesehatan anak terganggu, maka proses tumbuh kembang juga ikut berpengaruh. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan anak.
5. Minimnya Stimulus
Tak sedikit orang tua yang memberikan gadget pada anak agar mereka bersikap tenang. Sayangnya cara ini justru berdampak buruk bagi proses tumbuh kembang anak.
Pasalnya, anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang membutuhkan interaksi yang nyata, karena hal ini dapat menawarkan stimulasi yang lebih variatif dan relevan bagi tumbuh kembangnya.
Itulah tadi pembahasan tentang lima faktor penghambat pertumbuhan anak yang patut diwaspadai, semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Tidur Sekasur tapi Rasanya Seperti Teman Sekamar? Kenali 5 Tanda Pernikahan Sedang Sekarat
Terkini
-
Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk