Film dengan subtitle Indonesia memang memudahkan penonton, namun lain ceritanya jika subtitle atau terjemahannya kacau.
Seperti yang dialami pengguna media sosial ini. Melalui Twitter, pemilik akun @dantohaohao membagikan foto saat ia menonton film di laptop dengan subtitle yang asal.
"Nonton film tokoh utamanya namanya Grace. Dan sepanjang film ikutan ditranslate," tulis @dantohaohao, Minggu (12/7/2020).
Dalam foto yang diunggah, tampak salah satu tokoh di film yang bernama Grace diterjemahkan sebagai Rahmat.
Ya, alih-alih membiarkan nama Grace tetap Grace, pembuat subtitle menganggap Grace sebagai kata dalam bahasa Inggris yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yakni 'rahmat'.
Saat artikel ini dibuat, unggahan @dantohaohao viral, mendapat lebih dari 4 ribu retweet dan 6 ribu likes.
Tanggapan netizen
Unggahan subtitle film kocak dari Grace menjadi Rahmat ini pun mendapat banyak tanggapan dari netizen.
"Lebah Ganteng menangis melihat sub ini," tulis @Moyon988.
"You made my day, nder," tulis @ladyanggie_.
"Pasti bukan sub bikinan Lebah Ganteng atau Pein Akatsuki," komentar @durmajaya.
"Kayak sub di drama Korea, kalau namanya Song jadi lagu, kalau Park jadi taman," kenang @haniiyya.
"Pernah waktu itu nonton film ada tokoh namanya Will. Sepanjang film ditranslate jadi 'akan' ya bayangin aja dialognya kayak 'Akan akan makan'," tulis @faradhilladila_.
"Nonton 13 Reason Why, nama pemeran utamanya Clay, ditranslatenya jadi tanah liat," komentar @970118_.
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam