Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 56 mengikuti kegiatan sosialisasi Gerakan Jatim Bermasker. Sosialisasi ini diadakan bersama Tim Pengawas Protokol Covid-19 Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini diadakan di SDN 03 Mulyoarjo (06/08).
Kegiatan sosialisasi Gerakan Jatim Bermasker yang diadakan pada delapan Agustus tersebut juga merupakan hari launching program serentak di wilayah Provinsi Jawa Timur. Selain dihadiri oleh Tim Pengawas Covid-19, sosialisasi ini juga dihadiri beberapa warga Mulyoarjo, serta jajaran perangkat desa. Tak hanya sebagai hari launching program Jatim Bermasker, sosialisasi ini juga sekaligus membagi masker secara cuma-cuma kepada warga dan jajaran yang hadir.
Adanya program Gerakan Jatim Bermasker ini berangkat dari keberadaan pandemi Covid-19. Sehingga, tujuan gerakan serentak ini sebagai tombak utama guna memutuskan rantai Covid-19.
Dijelaskan oleh Hariono, Tim Pengawas Covid-19 Kecamatan Lawang berharap masyarakat dapat membantu program, serta gerakan yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga bersama-sama dapat menghasilkan masa depan yang lebih baik.
“Gerakan yang kita lakukan sudah sampai sini, mulai dari PSBB, PSBL, dan check point di titik Bakpao Telo. Sehingga, kita harus bersama-sama pula memutus rantai corona,” tuturnya.
Dewi Arif Hidayati, mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN PMM UMM menyatakan senang dapat bergabung dengan kegiatan yang ada di desa. Menurutnya, kegiatan kerja nyata membantu mahasiswa berpikir cerdas dan beradaptasi.
Ia juga menuturkan dalam kegiatan sosialisasi ini, tim KKNnya membantu perangkat desa serta masyarakat terkait dengan kegiatan yang hendak dilakukan.
“Tentunya saya merasa mendapat pengalaman berharga dapat terjun langsung bersama masyarakat, juga pemerintah, dan perangkat desa,” ujar Dewi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Pulang Kampung, Mahasiswa KKN UNEJ Membuat Media Belajar Interaktif
-
Kematian Covid-19 Tinggi di Jatim, Khofifah: Tolong Lihat Data yang Sembuh
-
Mengenal Sejarah, Budaya, dan Wisata Pedukuhan Sendang Kulon Progo
-
Mengenal Sejarah Pedukuhan Ngruno, Kulon Progo, Jogja
-
Sejarah Pedukuhan Suruhan: Pedukuhan Sejak Kerajaan Majapahit
News
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Pesta 15 Tahun MAPPA: Banjir Pengumuman Anime Kelas Berat yang Wajib Masuk Daftar Tonton!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?