Kerja ganda atau lebih dikenal dengan sebutan multitasking sudah menjadi hal lumrah yang dilakukan masyarakat saat ini. Perkembangan zaman semakin berkembang pesat. Kamu seakan dituntut untuk cepat dan gesit menyelesaikan pekerjaan. Karena waktu seakan menjadi barang yang berharga dan mahal. Hal ini terjadi karena sebuah anggapan bahwa kita harus bisa melakuakan dua pekerjaan secara bersamaan.
Banyak sekali orang berlatih menjadi manusia yang multitasking. Dilansir dari Pijarpsikologi.org terhadap penelitian terbaru Universitas of Sussex menemukan bahwa individu yang kerap menggunakan dua atau lebih gadget dalam satu waktu seperti chatting sambil menonton tv memiliki ketebalan otak yang lebih ringan, terutama di bagian anterior cingulate cortex. Ini merupakan bagian penting untuk mengontrol empati dan emosi. sehingga multitasking dikatakan bisa merusak otak.
Tak hanya itu, perpindahan perhatian dari satu hal ke hal lain bisa menyebabkan penurunan memori. Hal ini terjadi karena kita tidak bisa melihat secara detail informasi saat proses atensi atau perhatian.Kita terus tertuju untuk kecapatan berpindah-pindah ke kegiatan lain dalam waktu bersamaan untuk menyelesaikan suatu pekerja dalam satu waktu.
Namun belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa individu yang sering melakukan multitasking akan memiliki kapasitas kognitif yang baik.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Menebar Kebaikan di Bulan Suci, FISTFEST Berkolaborasi dengan Waroeng Steak
-
Dilema Midnight Sale Jelang Lebaran: Pilih Tidur Nyenyak atau Checkout Seragam Keluarga Estetik?
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci
-
Seni Memilah Prioritas di Buku Mencari Intisari Karya Sherly Annavita
-
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
Terkini
-
5 Takjil Nangka Manis dan Segar untuk Berbuka Puasa
-
Marty Supreme: Drama Ambisi yang Intens dan Melelahkan
-
Razer Kraken Kitty V2 Hello Kitty Edition Rilis, Headset Elegan Rose Gold
-
Membaca Lebih Senyap dari Bisikan: Menelanjangi Realitas Pahit di Balik Pernikahan
-
Serba-serbi Ramadan: Ikhlas Bersedekah atau Butuh Validasi Manusia?