Tujuannya sih biar hemat. Makanya banyak orang bahkan mungkin kamu yang lagi baca tulisan ini juga kerap kali masih isi ulang air minum di kemasan botol sekali pakai. Tahu nggak sih, tenyata hal sepele yang kamu lakukan demi menghemat ini justru berbahaya bagi kesehatanmu dan malah akan mengakibatkan pengeluaran lebih mahal jika sudah terlanjur jadi penyakit,lho!
Ini dia 3 bahaya yang menjadi alasan kenapa kamu nggak boleh mengisi ulang air minum ke botol kemasan sekali pakai. Yuk, di simak!
1.Sudah tercemar bahan kimia
Dalam pembuatan kemasan botol sekali pakai, ada bahan kimia yang bernama monomer. Bila kamu isi ulang air minum di botol bekas sekali pakai itu, monomer itu akan bercampur ke air minummu tadi. Apalagi bila terpapar panas.
Nah, pas kamu konsumsi, sudah pasti bahan kimia itu akan masuk ke tubuh dan mempengaruhi paru-paru,jantung,sampai yang paling parah, kamu bisa kena risiko kanker paru lho!
Hii.. Amit-amit!
2.Terkontaminasi bakteri
Setelah botol kamu buka pertama kali,kuman dari luar bisa masuk ke dalam botol. Dan apa jadinya jika kamu justru mengisi ulang botol yang sudah berkuman itu dengan air untuk kamu minum lagi nantinya? Yang ada, kamu justru bisa keracunan dan diare akibat infeksi bakteri tersebut.
Ew, jangan sampai ya!
3.Perubahan warna, bau dan rasa air minum
Paparan suhu panas secara langsung ke botol air minum kemasan kamu akan berakibat berpindahnya zat kimia yang ditandai dengan perubahan rasa, bau, dan warna air.
Di minum juga sudah nggak enak lagi kan?
Gimana, masih mau bela-belain hemat tapi risiko mengerikan akan kamu alami di kemudian hari? Jangan sampai ya!
Namanya juga sekali pakai. Ya pakai sekali aja ya, teman!
Baca Juga
-
6 Pahlawan Indonesia yang Namanya Diabadikan Menjadi Nama Jalan
-
3 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Mengalami Luka Bakar
-
Para Ayah Wajib Tahu! Hindari Lakukan 5 Hal Ini Jika Nggak Mau Dijauhi Anak
-
Rutin Minum Perasan Jeruk Nipis Bikin Cepat Hamil, Mitos atau Fakta?
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini 5 Alasan Anak Tak Terbuka dengan Orang Tua
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar