Sebagai pelatih dengan reputasi kelas dunia, coach Shin Tae-Yong memang dikenal memiliki strategi yang mumpuni. Tak hanya terpaku pada satu strategi, pelatih yang sukses mengantarkan Korea Selatan mempecundangi juara dunia Jerman di ajang Piala Dunia Russia 2018 lalu itu juga tak terpaku pada posisi asli para pemain yang dibawanya ke Thailand untuk babak kualifikasi Piala Asia 2023.
Laga pertama babak play off kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Taiwan menjadi salah satu bukti betapa kayanya strategi yang dimiliki oleh sang pelatih dalam menempatkan dan melihat potensi pemain Indonesia.
Pada laga tersebut, coach Shin Tae Yong menempatkan beberapa pemain bukan di posisi idealnya, dan uniknya, mereka mampu memerankan tugas itu dengan baik. Siapa saja mereka? Mari kita ulas bersama!
1. Asnawi Mangkualam Bahar
Pemain pertama yang diposisikan berbeda oleh sang pelatih adalah Asnawi Mangkualam Bahar. Pemain yang kini memperkuat klub Korea Selatan, Ansan Greeners tersebut menempati slot gelandang bertahan di babak pertama, dan berkreasi secara bebas dengan melebar ke sayap kanan.
Seperti yang diketahui bersama, posisi asli mantan pemain PSM Makassar ini tentu saja di wing back kanan yang sering melakukan overlap dari sisi kanan penyerangan tim.
Berposisi asli sebagai defender, pemain muda Persebaya Surabaya ini diplot oleh Shin Tae-Yong untuk bermain di sektor gelandang bertahan. Memerankan double pivot bersama dengan Asnawi, penampilan Rachmat Irianto pun tercatat sangat impresif karena berkali-kali mampu memutuskan alur serangan dari para pemain Taiwan.
Posisi asli dari adik David Kevin Rumakiek ini adalah penyerang sayap atau sayap kanan. Namun, dibawah tangan dingin Shin Tae-Yong, posisi Ramai Rumakiek bergeser ke tengah, membayangi striker. Hasilnya, sebuah gol yang dilesakkannya berawal dari akselerasinya di area tengah sektor permainan.
4. Evan Dimas Darmono
Evan Dimas memainkan peran yang tak jauh berbeda dengan peran-peran sebelumnya di timnas. Namun, yang menjadi pembeda adalah, Evan Dimas seringkali bermain melebar ke sisi sayap, bukan hanya di sentral lapangan saja sebagai tipikal gelandang serang murni.
Peran ini juga dijalankan oleh Evan Dimas ketika berlaga melawan Thailand di kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu. Hasilnya? Baik di laga melawan Thailand maupun Taiwan, Evan mampu menyumbangkan gol bagi skuat Indonesia.
Nah, dari empat pemain tersebut setidaknya kita sedikit faham, selain kaya akan strategi dalam melatih, coach Shin Tae-Yong juga cermat dalam menempatkan para pemainnya untuk mengeksplorasi role-role unik yang ada dalam diri mereka.
Tag
Baca Juga
-
Ajukan Diri ke AFC, Seberapa Besar Peluang Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2031?
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Mengintip Peluang Maarten Paes Menjadi Kiper Utama di Ajax Amsterdam, Seberapa Besar?
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
Artikel Terkait
News
-
IIMS 2026 Siap Digelar di Indonesia, Anak Muda Cari Kendaraan Sesuai Gaya
-
Tas Siaga Bencana: Kunci Kesiapsiagaan Inklusif untuk Disabilitas dan Keluarga
-
Tidak Terdata, Tidak Terlindungi: Mengapa Disabilitas Kerap Tertinggal dalam Penanganan Bencana?
-
Membangun Lingkungan Kerja Aman: Mengenal Prinsip Look, Listen, Link dalam Psychological First Aids
-
Perbedaan Dunia Sekolah dan Kuliah: Mengapa Tugas Dosen Sangat Penting?
Terkini
-
Youthful Vibes, 4 Ide OOTD Kekinian ala Kya KiiiKiii Wajib Kamu Sontek!
-
4 Rekomendasi HP Layar Lengkung Terbaik 2026, RAM Besar Harga Mulai Rp 2 Jutaan
-
Membaca Rumah Pohon Kesemek: Menemukan Bahagia di Tengah Kehilangan
-
Lebih dari Sekadar Bangunan: Makna Sesungguhnya "Rumah" dalam Novel J.S. Khairen
-
Huawei Nova 14i Diluncurkan di Hong Kong, Andalkan Chipset Snapdragon 680 dan Penyimpanan 256 GB