BISKITA Trans Pakuan adalah layanan Bus Rapid Transit yang merupakan program dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementrian Perhubungan melalui mekanisme subsidi Buy The Service. Salah satu moda transportasi kota Bogor ini telah berjalan kurang lebih selama satu tahun sejak diluncurkan pertama kali pada November 2021 lalu.
Sampai sekarang, masyarakat yang ingin menikmati layanan BISKITA Trans Pakuan ini masih belum dikenakan tarif sepeser pun, alias gratis karena anggaran subsidinya telah ditetapkan dalam APBN. Tetapi meskipun begitu, masyarakat harus tetap melakukan tap-in menggunakan e-money jenis apapun untuk bisa menaiki bus tersebut dan juga sebagai data berapa penumpang setiap harinya.
Saat ini, BISKITA Trans Pakuan sudah melayani 4 koridor, yaitu dengan rute Stasiun Bogor-Ciparigi, Terminal Bubulak-Cidangiang, Terminal Bubulak-Ciawi, dan Parung Banteng-Air Mancur. Di setiap rute terdapat halte-halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, dan untuk saat ini halte yang dipakai masih tercampur antara halte baru khusus penumpang BISKITA dan halte umum yang telah ada sebelumnya.
Baca Juga: Tok! Pemerintah Tetapkan Larangan Membangun Hunian di Jalur Sesar Cimandiri
Untuk koridor 2 dengan rute Terminal Bubulak-Ciawi, halte yang dipakai lebih banyak halte baru khusus untuk para penumpang BISKITA, dan halte-halte tersebut sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, yakni diantaranya tempat duduk, stop kontak, dan papan petunjuk rute untuk para penumpang yang menunggu kedatangan BISKITA tersebut.
Ditinjau langsung, ada beberapa halte di rute Terminal Bubulak-Ciawi yang kondisinya sudah tidak terawat, diantaranya yaitu halte pemberhentian UNITEX 1, PDAM 2, dan Villa Duta.
Baca Juga: Profil Donald Pandiangan, Robin Hood Indonesia di Google Doodle Hari Ini
Kondisi Halte UNITEX 1
Berdampingan langsung dengan kegiatan usaha mandiri masyarakat sekitar, di halte ini terdapat fasilitas seperti papan peta jaringan yang sudah rusak terbelah, menyebabkan ketidaknyamanan para penumpang yang baru pertama kali menaiki BISKITA di halte tersebut untuk membaca rute yang tertera.
Kondisi Halte PDAM 2
Kemudian di halte pemberhentian PDAM 2, nampak papan peta jaringan yang sudah lepas dari tempat yang seharusnya, dan hanya diikat oleh tali agar tetap terpasang pada halte tersebut meskipun penempatannya tidak benar.
Hal ini juga sama menyulitkan para penumpang yang baru pertama kali menaiki BISKITA di halte tersebut untuk membaca rute yang tertera, atau bahkan tidak tahu bahwa ada peta jaringan karena posisinya sudah tidak teratur. Namun tak hanya itu, ternyata fasilitas stop kontak yang tersedia di halte ini juga sudah tidak berfungsi dan hanya menjadi pajangan saja pada akhirnya.
Kondisi Halte Villa Duta
Lalu di Halte Villa Duta terlihat kondisi halte yang sangat kotor tak terjaga kebersihannya, terdapat banyak coretan, papan peta jaringan yang sudah tidak memiliki tampilan, serta kursi-kursi yang hilang dan hanya tersisa satu di halte tersebut.
“Haltenya sekarang banyak yang kotor, kayanya gaada petugas yang bersihin. Terus kursinya dikit, capek berdiri nunggu lama” ujar Fitri, salah satu penumpang BISKITA.
Dengan estimasi waktu tiba BISKITA yang cukup lama yaitu bisa memakan waktu sekitar 20-30 menit, tentu hal ini membuat para penumpang BISKITA yang menunggu di halte sangat tidak nyaman dan tidak bisa memanfaatkan fasilitas halte yang disediakan dengan layak.
Menanggapi hal tersebut, pihak BISKITA membenarkan memang kondisi halte banyak yang tak terawat dan menyatakan bahwa kepengurusan Halte BISKITA tersebut bukanlah tanggung jawab mereka, melainkan masih berada dibawah tanggung jawab pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dari Kementrian Perhubungan.
Baca Juga: Hasil Final BWF, Ginting dan The Daddies Harus Puas Sebagai Runner Up
“Kalau untuk halte penumpang BISKITA itu masih diurus oleh pihak BPTJ dari Kementrian Perhubungan langsung, dan pihak BISKITA belum ada urusan untuk tanggung jawab karena hal tersebut masih belum diserahterimakan kepada pihak Pemkot,” kata tim IT BISKITA, Muhammad Sarif, Jum’at (9/12/2022).
“Jika sudah diserahkan ke pihak Pemerintah Kota dan diurus langsung oleh pihak BISKITA, kemungkinan akan ada perubahan struktur, entah apakah nanti ada yang bersihin atau ada yang menjaga di setiap halte dan lain sebagainya kita belum tau kedepannya,” tambahnya.
Selain kurangnya perhatian dari pihak penanggung jawab halte, faktor lain yang membuat beberapa kondisi halte tersebut tak terawat adalah karena faktor cuaca kota Bogor yang seringkali mengalami hujan dan kurangnya kepekaan sosial dari masyarakat khususnya para penumpang BISKITA yang tidak bisa menjaga fasilitas dengan baik. Karena model halte yang terbuka sangat rentan mengalami kerusakan fasilitas dari berbagai pihak luar yang tidak bertanggung jawab, daripada model halte tertutup yang didalamnya terdapat para penjaga atau petugas.
Diharapkan dari kondisi beberapa halte yang memprihatinkan tersebut dan keluhan yang dilayangkan oleh pengguna layanan BISKITA Trans Pakuan Bogor.
Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementrian Perhubungan perbaiki kedepannya sampai kepengurusan halte diserahterimakan kepada pihak Pemerintah Kota Bogor agar layanan angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit khas Kota Hujan ini bisa lebih sukses dan lebih banyak diminati oleh banyak masyarakat kota Bogor ataupun turis yang sedang berkunjung.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Saatnya Bersih-bersih, Anak Buah Prabowo Ini Sindir Ade Yasin dan Rachmat Yasin: Adik Kakak Korupsi Saat Jadi Bupati Bogor
-
Warga Bogor Barat Mengeluh Soal Pelayanan RSUD Leuwiliang, Komisi IV DPRD: Harus Ingat, Kan Digaji Sama Rakyat
-
Masih Banyak Masyarakat Bogor Yang Paham Agama Menyimpang, Terbaru Soal Ratu Adil dan Imam Mahdi
-
Diklaim Polemik GKI Yasmin Selesai, Bima Arya Akui Masih Ada Persoalan Rumah Ibadah di Bogor
-
Simak Baik-baik Informasi Ganjil Genap Puncak Bogor: Berlaku Hingga Minggu Pukul 24.00 WIB
News
-
Syiar Muhammadiyah di Papua Barat: Rektor UMPB Pastikan RTL Baitul Arqam Berjalan Tuntas
-
Riset Terbaru: Siram Atap dengan Air Hujan Terbukti Tekan Penggunaan AC saat Gelombang Panas
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara