Presiden Prancis, Emmanuel Macron, akan mengirimkan kendaraan tempur berlapis baja ringan bernama AMX-10 RC untuk Ukraina. Pernyataan itu disampaikan oleh pejabat pemerintah Prancis usai Macron menghubungi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, melalui telepon pada Rabu (4/1/2023). Dilansir dari Reuters, ini merupakan pertama kalinya kendaraan tempur berlapis baja buatan barat dikirimkan untuk membantu Ukraina.
“Ini adalah pertama kalinya kendaraan tempur berlapis baja buatan barat dikirimkan untuk membantu militer Ukraina,” ucap seorang pejabat pemerintah Prancis yang tidak diketahui namanya melansir Reuters.
Menurut situs web Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, AMX-10 RC merupakan kendaraan pengintai bersenjata canggih dengan mobilitas tinggi yang mampu menampung empat orang. Kendaraan tempur tersebut nantinya akan digunakan oleh tentara Ukraina untuk melawan serangan dari tentara Rusia.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Anies Baswedan Nikah Siri dengan Dhena Devanka di Singapura, Benarkah?
1. Volodymyr Zelenskyy berterima kasih kepada Macron
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, berterima kasih kepada Emmanuel Macron atas bantuan kendaraan tempur berlapis baja ringan yang akan dikirimkan ke negaranya. Pasalnya, Zelenskyy mengatakan bahwa kendaraan tempur tersebut merupakan salah satu aset utama yang dibutuhkan oleh tentara Ukraina untuk melawan tentara Rusia.
“Kita harus mengakhiri agresi Rusia tahun ini. Kendaraan lapis baja barat modern dan tank tipe barat adalah aset utama yang dibutuhkan Ukraina,” ucap Zelenskyy melansir Reuters.
Lebih lanjut, Zelenskyy juga mengatakan bahwa Ukraina dan Prancis telah menyetujui kerja sama untuk memperkuat pertahanan udara kedua negara. Namun, dalam pernyataan tersebut, Presiden Ukraina itu tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai mekanisme kerja sama yang telah disetujui.
“Kami telah menyetujui kerja sama lebih lanjut untuk meningkatkan pertahanan udara kami dan pertahanan pada sektor lainnya,” ucap Zelenskyy.
2. Prancis telah beberapa kali mengirimkan bantuan militer
Untuk membantu tentara Ukraina, Prancis telah mengirimkan sejumlah kendaraan tempur bernama Howitzer Caesar pada tahun lalu. Howitzer Caesar merupakan kendaraan tempur yang mampu menyerang musuh dengan akurasi tinggi pada jarak 20 kilometer atau lebih. Kendaraan tempur itu biasanya digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan artileri.
Selain itu, pada Oktober 2022 lalu, Macron juga mengatakan bahwa negaranya akan memasok sejumlah senjata pertahanan udara. Pernyataan tersebut diumumkan di tengah Rusia yang saat itu kerap melakukan serangan udara terhadap bangunan infrastruktur vital di Ukraina.
Baca Juga
-
Malaysia Akan Ambil Langkah Hukum untuk Menuntut Meta, Kenapa?
-
Kasus Infeksi Penyakit oleh Nyamuk Meningkat di Eropa, Apa Sebabnya?
-
Joe Biden Sebut Xi Jinping Pemimpin Diktator, Begini Respons Perdana Menteri Selandia Baru
-
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Temui Jokowi di Istana, Ada Apa?
-
Presiden Jokowi Kembali Beri Kode Soal Reshuffle Kabinet Indonesia Maju
Artikel Terkait
-
Infantino Buka Pintu untuk Rusia, Sanksi FIFA Segera Dicabut
-
Peluang Emas Lulusan SMK: Perusahaan Raksasa Rusia Tawarkan Gaji Rp43 Juta, Pemerintah RI Buka Jalan
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
News
-
Mengenal 6 Tipe Kepribadian Perempuan: Kamu Alpha, Beta, atau Sigma?
-
Di Antara Batu, Kami Bertumbuh
-
Berhenti Jadi People Pleaser! Ini Cara Mulai Menghargai Diri Sendiri
-
Macan Tutul di Bandung dan Tragedi Gajah Riau: Siapa yang Sebenarnya Menyerobot Wilayah?
-
5 Fakta Menarik Tarsius, Si Mata Besar Penjaga Hutan Sulawesi
Terkini
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'
-
Film 'The Tank': Tank Tempur dan Penjara Jiwa dalam Peperangan
-
Anime Magical Sisters LuluttoLilly Rilis PV, ILLIT Bawakan Lagu Pembuka
-
Siap Jadi Kakek, Ahmad Dhani Ungkap Inisial Nama Anak Al Ghazali dan Alyssa
-
Nova Arianto Soroti Kekuatan China Jelang Uji Coba, Garuda Wajib Waspada?