Rasa penyesalan itu memang salalu datang belakangan. Saat usai melakukan suatu perbuatan yang tak senonoh, rasa penyesalan dan menangis pun bisa saja terjadi, terlebih jika terpekik dalam suasana malu.
Baru-baru ini telah beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja menangis di dalam mobil polisi yang tertangkap saat tawuran dan dijemput oleh sang ayah yang masih mengenakan jaket ojek online (Ojol) kini viral di media sosial.
Melalui Instagram @fakta.indo, salah satu akun yang membagikan video tersebut hingga membuatnya menjadi viral. Sampai detik ini, tanggal 26 Juli 2023, pukul 11.40, video viral tersebut mendapatkan 918 ribu tayangan, 57,7 ribu like, 2.147 komentar, dan 1.719 kali dibagikan.
BACA JUGA: Fraksi PDI-P Copot Cinta Mega Imbas dari Main Game Mirip Judi Slot saat Rapat Paripurna
Dalam keterangan video itu bertuliskan, “Ketangkap saat tawuran, remaja jagoan ini menangis saat ketemu ayahnya seorang driver ojek,” tulis dalam keterangan pada video itu.
“Seorang anak remaja ditangkap atas kasus tawuran di wilayah DKI Jakarta bertemu bapaknya yang sedang menarik ojek, Minggu (23/07),” ditulis dalam kolom keterangan pada video tersebut yang dikutip dari intagram @fakta.indo, Rabu (26/07/2023).
Tampak dalam video itu, seorang pria menangis dalam mobil, dan juga seorang pria yang memakai jaket ojol hanya bisa memberi nasihat pada sang anak.
“Udah dibilangin jangan ikutin anak-anak lain, di rumah aja,” ucap sang ayah.
“Berantem tangan kosong baru kali ini?” tanya seorang pria yang diduga seorang polisi.
“Gak pernah pak,” jawab remaja itu.
“Gak pernah ketahuan,” sahut pria yang berada di depan pintu mobil.
“Nangis ketemu bapak lu, tadi nggak nangis,” sahut pria itu.
BACA JUGA: Sambut Pencuri Koper Bak Tamu, Aksi Polisi di Semarang Ini Tuai Sorotan
Sontak video viral tersebut dibanjiri komentar dari netizen. Bahkan tak sedikit dari mereka merasa kasihan terhadap ayah dari remaja itu.
“Kasihan bapak panas-panasan di jalan, masih enak lu dinafkahi bapak lu. Lah bapak gue malah keluar room,” tulis akun @xst**.
“Bapakmu setengah mati nyari duit di jalan, bekerja di bawah panas matahari, kadang hujan pun diterjang belum lagi harus menghadapi resiko kecelakaan yang tinggi. Dan lu balasnya pake tawuran. Jadi diri apa yang mau lu cari tong. Udah bener belajar yang giat, berprestasi, cari kerjaan yang bagus dan halal, kemungkinan bisa mengangkat derajat keluarga,” ujar yang lain.
“Bapaknya capek-capek ngojek nyari duit buat anaknya sekolah, anaknya malah sok jagoan. Giliran ketangkap kicep,” timpal akun @ram*******.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Standar TikTok: Katalog Hidup Mewah yang Bikin Kita Miskin Mental
-
Ketika Rumah Tak Lagi Ramah: Anak yang Tumbuh di Tengah Riuh KDRT
-
Nasib Generasi Sandwich: Roti Tawar yang Kehilangan Cita-Cita
-
Romantisasi Ketangguhan Warga: Bukti Kegagalan Negara dalam Mengurus Bencana?
-
Sampah, Bau, dan Mental Warga yang Disuruh Kuat
Artikel Terkait
-
Bank Mandiri Edarkan Surat, Isinya Bikin Sedih Karyawan BUMN Karya: Dilarang Ambil Kredit
-
Kondisi Terkini Rumah Diah Risti Kusuma Putri, Mau Dirubuhkan?
-
Viral Produk Red Wine Diklaim Bersertifikat Halal, BPJPH Tegas Membantah
-
Fraksi PDI-P Copot Cinta Mega Imbas dari Main Game Mirip Judi Slot saat Rapat Paripurna
-
Viral Gadis SMP Masukan Botol Minyak Telon di Area Sensitif, Gimana Hukumnya Menurut Islam?
News
-
Jurnalisme di Era Sosial Media Apakah Masih Relevan?
-
Mengumpulkan Kembali Puing-puing Sisa Kehancuran, Pasca Banjir Aceh
-
Banjir Bandang Sumatra: Dari Langkah Cepat Hingga Refleksi Jangka Panjang
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
Bukti Tanggap Darurat: Jembatan Bailey Terpasang dalam Waktu 15 Hari
Terkini
-
3 Film Korea Tayang Januari 2026, Comeback Han So Hee hingga Choi Ji Woo
-
Tren Childfree dan Anti-Nikah: Apa yang Sebenarnya Dicari Gen Z?
-
Tablet Makin Gahar! Ini 6 Pilihan Terbaik untuk Multitasking 2026
-
Franchise Nanoha Rayakan 2 Dekade dengan Pengumuman Anime Baru, Tayang Juli
-
Grok Jadi Wajah Baru Kekerasan Digital, Alasan Manipulasi Foto AI Harus Dihentikan