Nama Almas Tsaqibbirru akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang ramai dan cukup mendapat perhatian dari masyarakat, terutama oleh para netizen dan warganet di media sosial. Pasalnya, mahasiswa asal Solo tersebut mengajukan gugatan terkait batasan usia untuk calon presiden dan wakil presiden kepada Mahkamah Konstitusi (MK).
Almas Tsaqibbirru menyampaikan gugatan ini kepada MK dan dikabulkan. Ia sendiri mengaku tidak mempunyai kepentingan apapun. Almas mengungkapkan hal ini pada salah satu sesi wawancara bersama para wartawan pada Senin (16/10/2023).
Gugatan yang dilayangkan Almas memiliki nomor perkara 90/PUU-XXI/2023 tentang Undang-Undang Pemilu. Almas menyampaikan gugatannya agar batasan usia minimal 40 tahun tidak mengikat jika mempunyai pengalaman sebagai kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.
“Saya hanya mahasiswa yang ingin mengajukan saja, tidak ada kepentingan apapun,” ujar Almas Tsaqibbirru.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surakarta ini juga mengaku bahwa ia mengajukan gugatan ini secara pribadi tanpa berkomunikasi dengan pihak lainnya.
“Saya langsung mengajukan ke MK gugatan tersebut, gak ada intervensi dari pihak manapun,” ujar mahasiswa UNSA ini lebih lanjut.
BACA JUGA: Andai Bebas Tak Bersalah dari Kasus Kopi Sianida, Jessica Wongso Bisa Tuntut Ganti Rugi Rp800 Juta
Salah satu potongan video wawancara ini diunggah oleh akun X (Twitter) @hasanbunir. Para netizen pun salfok alias salah fokus dengan ekspresi yang ditampilkan oleh mahasiswa yang satu ini. Ketika ditanya seorang wartawan tentang kapan hasil diskusi akan keluar, Almas hanya tertawa dan menjawab bahwa itu masalah tanggal.
“Itu masalah tanggal, mungkin kapan ya, sebelum September itu apa? Agustus September-an mungkin. Lupa, saya agak lupa soalnya, soal masalah hari tanggal ini pikun saya,” ujar Almas kemudian sembari tertawa.
BACA JUGA: Mahfud MD Resmi Dideklarasikan sebagai Cawapres Pendamping Ganjar Pranowo
Para netizen dan warganet pun sontak saja ramai memberikan tanggapan dan komentar mereka mengenai hal ini.
“Anjai, kok bisa lupa bulan, dagelan ajaib,” ujar seorang netizen dengan nama akun @e***.
“Mending Vicky Prasetyo atuh, rada menghibur,” ujar netizen lainnya dengan nama akun @R***.
“Tampang planga plongo cengengesan mau pake jas pun tetap aja planga plongo,” tulis pemilik akun @r*** yang mengomentari tingkah laku serta gelagat dari Almas tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Perjalanan Nyonya Beniko Berlanjut, Toko Zenitendo Kembali Kedatangan Tamu
-
The Maidens: Novel Psychology Thriller yang Melibatkan Dosen dan Mahasiswi
-
Toko Misterius Tawarkan Jajanan Ajaib: Semua Keinginanmu Ada di Sini!
-
The Red Palace: Fiksi Sejarah Joseon Abad ke-18 yang Penuh Intrik Kerajaan
-
Naoko: Luka Kehilangan Orang Tersayang Dibalut Misteri Tak Masuk Akal
Artikel Terkait
-
Jadi Cawapres Ganjar, Analis Melihat Mahfud MD Bisa Tingkatkan Kepercayaan Publik Soal Hukum
-
Langkahnya Jadi Cawapres Ganjar Kelewat Mulus, Mahfud MD: Gak Pakai Uang Sepeser Pun
-
Tak Mengundurkan Diri dari Kursi Menteri, Mahfud MD Ngaku Bakal Ambil Cuti Saat Kampanye Cawapres
-
Minta Jurnalis Tanyakan ke Jokowi Arah Dukungannya di Pilpres 2024, Puan Maharani: Saya Juga Mau Tahu Jawabannya
-
Perbandingan MK Zaman Mahfud MD dan Anwar Usman, Dulu Tegas dan Berwibawa, Sekarang?
News
-
Di Balik Gerakan Tanpa Kata, Bagaimana Pantomim Jadi Ruang Memulihkan Diri?
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
Terkini
-
Review Buku Navigating Night, Kisah Hangat Keluarga Imigran
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang