Hayuning Ratri Hapsari | raysa zahra
Band Coldplay (Instagram/coldplay)
raysa zahra

Tak lama lagi Coldplay akan menyambangi Tanah Air. Diketahui Coldplay akan menggelar konser di Jakarta, Indonesia pada 15 November mendatang. Konser tersebut nantinya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Coldplay tercatat belum pernah menyambangi Indonesia untuk mengadakan konser sejak band tersebut berkarier pada 1997 silam. Oleh karena itu, saat kabar Coldplay akan gelar konser di Jakarta pada awal tahun tersebar, banyak penggemar menyambutnya dengan antusias.

Namun rupanya ada sejumlah pihak yang berada di sisi kontra terkait hal ini. Tidak sedikit yang menyoroti bahwa band asal Inggris ini merupakan pendukung LGBT, sehingga banyak yang bersuara dan menolak konser mereka digelar, salah satunya GRANATI.

Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti LGBT (GRANATI) menggelar aksi demo hari ini.

Mereka berkumpul di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan. Setelah melaksanakan salat Jumat, mereka kemudian bergerak ke Mabes Polri. Ada yang berjalan kaki, ada juga yang mengendarai kendaraan.

Saat tiba di lokasi, mereka pun menyerukan bahwa Coldplay merupakan pendukung LGBT dan secara tegas menolak kedatangan mereka di Indonesia.

Massa GRANATI juga meminta agar konser tersebut dibatalkan. Tak hanya itu, mereka juga mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran jika konser tetap digelar.

"Kalau Coldplay tetap melaksanakan konsernya di Gelora Bung Karno Kamis depan tanggal 15 November, kita siap aksi lagi? Siap aksi dengan lebih besar?" ucap orator dari atas mobil komando, dikutip dari keterangan postingan @mood.jakarta pada Jumat (10/11/2023).

Postingan tersebut memantik sejumlah warganet memberikan tanggapannya. Ada yang setuju dan mendukung aksi demo tersebut.

"Gak ada untungnya juga konser-konser begini, semoga aja batal," ujar seorang warganet.

"Kalau Coldplay pas konser sama sekali ga ada unsur LGBT anj*ng itu, gua setuju. Tapi kalau ada unsur LGBT anj*ng itu, mohon maaf, gua berpihak sama Ormas kali ini," tukas lainnya.

Namun, beberapa juga mengatakan bahwa aksi demo tersebut percuma saja dilakukan dan hanya memunculkan sejumlah spekulasi negatif.

"Harusnya dari awal kalo mau demo, ini tiket udah terjual habis baru didemo, bikin malu mayoritas aja," komentar lainnya.

"Se-islam-islamnya gue, untuk ormas begini jadinya malah bikin pecah NKRI. Please memang acara konser banyak mudaratnya, tapi kan gak semua orang Islam yg menonton, tinggal EO nya aja diajak diskusi supaya tidak ada kampanye berbau LGBT," ujar lainnya menanggapi.