Ibarat kata seseorang yang hidup dalam ruang kaca, ia bisa melihat dunia luar tetapi tidak bisa menyentuhnya. Di tengah hiruk-pikuk dunia dengar ini, mereka justru merasakan kesunyian yang paling keras.
Ironi melihat konsep inklusif sering kali hanya menjadi bahan pada diskusi politik tanah air namun, minim dalam implementasi. Oleh sebab itu, keberadaan inisiator untuk mendobrak isolasi sosial pada teman tuli mutlak diperlukan.
Gerkatin Perjuangkan Kesejahteraan Teman Tuli
Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) merupakan organisasi yang menjadi pionir dalam memperjuangkan kesejahteraan, keadilan, dan kesetaraan bagi teman-teman tuli dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, layanan publik, dan pekerjaan.
Rangkaian program yang diselenggarakan Gerkatin tidak sekadar memberdayakan teman tuli. Namun, dengan tujuan jangka panjang yaitu mempersiapkan teman tuli untuk hidup berdampingan dalam dunia dengar. Organisasi ini pun turut menaruh perhatiannya pada isu kesehatan mental teman tuli.
Konsisten dalam Pengadaan Workshop Kesehatan Mental untuk Teman Tuli
Gerkatin DIY berkolaborasi dengan ADECO dalam pengadaan Workshop Kesehatan Mental dengan tema “Bullying dan Depresi: Memahami, Menghadapi dan Mengatasi". Adapun kegiatan tersebut terselenggara pada tanggal 20 November 2024 di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
Pengadaan workshop mengenai isu kesehatan mental secara rutin menjadi bukti konsistensi Gerkatin DIY dalam mengatasi isolasi sosial yang dirasakan teman tuli.
Dalam penyelenggaraan workshop kesehatan mental ini, Gerkatin DIY turut memfasilitasi para peserta melalui materi yang dibawakan oleh Herbert Klein, seorang konsultan kesehatan mental tuli asal Inggris.
Klein memulai materi dengan mengajak para teman tuli untuk mengidentifikasi segala emosi yang pernah mereka rasakan. Kemudian Klein memaparkan cara yang dapat dilakukan teman tuli untuk merespons segala bentuk emosi tersebut.
Menurut keterangan Vinta, Sekretaris Gerkatin DIY, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Gerkatin DIY untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada teman-teman tuli.
“Keberadaan Gerkatin DIY dengan tangan terbuka merangkul setiap teman tuli yang merasa terasing dari sosialnya,” ujar Vinta.
Ilmu yang dibagikan dalam rangkaian kegiatan workshop, tidak hanya memberi solusi bagi teman tuli untuk menghadapi isolasi sosial. Namun, memberi cara untuk mencegah teman Tuli dari perasaan-perasaan terasingkan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Artikel Terkait
-
Dari Ekaristi hingga Koperasi, Aktivitas Unik Paguyuban Teman Tuli ADECO Yogyakarta
-
Inklusivitas Difabel dalam Bingkai Budaya Tuli
-
Inspiratif! ADECO Yogyakarta Gelar Misa Rutin untuk Teman Tuli
-
Seni Meronce Manik-Manik: Jalan Menuju Pemahaman Emosi dan Kesehatan Mental
-
Dampak Beauty Standard Media Sosial terhadap Kepercayaan Diri Anak Muda
News
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Hari Buruh Sedunia: Perjuangan Pekerja Melawan Jam Kerja yang Mencekik
Terkini
-
Dear Killer Nannies: Suguhkan Drama Coming-of-age di Balik Kartel Medelln!
-
4 Chemical Sunscreen SPF 50 untuk Kulit Berminyak Bebas Jerawat dan Kusam
-
Review Pizza Movie: Komedi Stoner Gila yang Penuh Halusinasi Kocak!
-
7 HP Samsung Harga Rp3 Jutaan, Spek Nggak Kaleng-Kaleng!
-
LE SSERAFIM Bakal Rilis Album Baru PUREFLOW pt.1, Intip Jadwal Teasernya