Saat momen Idulfitri, setiap daerah punya ciri khas hidangannya masing-masing. Jika di banyak tempat meja tamu identik dengan toples nastar dan kastengel, berbeda halnya dengan tradisi Bugis yang justru lebih sering menyajikan kue-kue basah.
Bukan tanpa alasan, kue basah dianggap lebih kaya rasa karena menggunakan santan, gula merah, pisang, dan bahan alami lainnya yang menghasilkan tekstur lembut serta cita rasa legit. Selain itu, kue basah juga mencerminkan budaya menjamu tamu dengan suguhan yang terasa “hangat” dan dibuat dengan ketelatenan.
Saya sendiri pernah Lebaran ke rumah orang Bugis—bukan tahun lalu, tetapi sudah lama sekali. Meski begitu, saya masih mengingat rasanya dengan jelas karena memang seenak itu. Salah satu yang paling membekas adalah Barongko yang dimakan dengan sendok kecil, lengkap dengan hidangan tape di meja.
Manisnya pas, teksturnya lembut, dan aromanya harum karena dibungkus daun pisang. Sejak saat itu, saya jadi paham bahwa Lebaran ala Bugis punya daya tarik tersendiri melalui aneka kuenya. Berikut beberapa varian kue khas Bugis yang sering hadir saat Lebaran.
1. Kue Bugis
Kue Bugis identik dengan warna hijau dari daun pandan sebagai pewarna alami. Lapisan luarnya terbuat dari tepung ketan yang lembut dan kenyal, sementara bagian dalamnya berisi campuran kelapa parut dan gula merah yang manis legit. Kue ini dibungkus daun pisang sehingga aromanya semakin harum ketika disantap. Rasanya manis berpadu gurih, cocok menjadi teman berbincang saat menjamu tamu.
2. Bolu Peca
Bolu Peca merupakan kue tradisional Bugis berwarna cokelat tua dengan tekstur padat namun tetap lembut saat digigit. Kue ini biasanya dipotong berbentuk kotak, lalu disiram kuah gula merah cair hingga tampak “berenang” di piring. Rasa manisnya lebih kuat karena perpaduan bolu dan siraman gula merah yang meresap ke dalam. Karena berkuah, Bolu Peca umumnya disantap menggunakan sendok kecil agar lebih nikmat.
3. Barongko
Barongko dibuat dari pisang matang yang dihaluskan, lalu dicampur telur, santan, dan gula. Adonan tersebut dibungkus daun pisang sebelum dikukus hingga matang sempurna. Teksturnya sangat lembut, hampir menyerupai puding tradisional dengan rasa manis alami dari pisang. Biasanya, Barongko disajikan dalam keadaan dingin agar sensasi legitnya semakin terasa.
Jadi, kalau suatu hari kamu berkesempatan Lebaran ke rumah orang Bugis, jangan lupa mencoba kue-kue ini, ya. Selain manis dan lezat, setiap sajian juga menghadirkan kehangatan tradisi yang membuat suasana Lebaran terasa lebih berkesan.
Baca Juga
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Lagu Sempurnanya Aku: Cara Absurd Mengagumi Diri Sendiri ala NPD
-
Cara Kita Membaca Hari Ini, Menentukan Arah Kebijakan Esok Hari
-
Bosen Sama Rendang? Sini Cobain Nasi Dagang Anambas Biar Lebaranmu Makin Melayu Paripurna
-
Mak, Saya ke Rumah Orang saat Lebaran Itu Buat Makan, Bukan Cuci Piring!
Artikel Terkait
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
News
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Cuma di Bali! Saat Nyepi, Bandara Internasional Bisa Tutup Total Seharian
-
Kapan Lebaran 2026? Cek Jadwal Sidang Isbat Idulfitri 1447 H Malam Ini!
-
Rahasia Meredam Pikiran Berisik: Ganti Scrolling dengan Ritual 15 Menit Ini
-
Di Balik Larangan Medsos untuk Remaja: Ada Bahaya Konten Kekerasan, Hoaks, dan Bullying Online
Terkini
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah