Yoursay.id kembali menghadirkan inovasi baru untuk mengembangkan platform beritanya melalui acara Ruang Bercakap #23 yang diadakan pada Rabu (1/4/2026). Acara ini digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus diskusi dengan para member dari Yoursay.id. Pada kesempatan ini, tim dari Yoursay.id juga memperkenalkan wajah baru dari platform Yoursay.id, yaitu Spotlight. Program ini hadir sebagai bentuk pengembangan identitas dari Yoursay yang ingin menjadi ruang bagi tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga berdampak dan autentik.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya Lamase selaku perwakilan dari tim editorial Yoursay.id memimpin pemaparan program. Menurutnya, tren pembaca saat ini cenderung mencari pengalaman nyata, cerita yang jujur, dan solusi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat konten seperti ulasan atau review menjadi semakin diminati oleh para pembaca.
Melalui Spotlight, Yoursay bukan lagi sekadar platform aggregator, melainkan sebagai User Generated Content (UGC) yang menghadirkan sudut pandang opini, serta pengalaman personal dari para penulisnya. Fokus utama dari Spotlight terbagi ke dalam tiga kanal, yaitu Kolom, Lifestyle, dan Ulasan. Kolom sendiri akan berisi opini serta pandangan terhadap isu sosial, Lifestyle menampilkan cerita personal yang relatable, dan Ulasan menghadirkan review yang jujur, argumentatif, dan berbasis pengalaman. Dengan demikian, seluruh konten yang ada bukanlah sebagai ajang promosi terselubung.
“Untuk kanal lifestyle lebih berfokus ke pengalaman yang lebih personal, bukan untuk promosi sebuah produk. Begitu pun kanal ulasan atau review harus datang dari pendapat pribadi,” ujar Anindya.
Istilah Spotlight sendiri adalah pusat perhatian, yang nantinya akan dihadirkan melalui ketiga kanal tersebut. Tidak hanya memaparkan program baru, tim Yoursay.id juga memperlengkapi para kontributornya dengan sebuah kelas bernama Yoursay Class. Diadakannya kelas ini bertujuan untuk membekali para penulis agar dapat menyusun cerita opini yang powerful.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan sesi sharing dengan para member. Salah satunya, Ukhro Wiyah yang membagikan pengalaman menulisnya.
“Kalau saya, dalam menulis sebuah artikel biasanya menulis secara jujur berdasarkan pengalaman pribadi, dari apa yang dirasakan dan dialami,” ujar Ukhro.
Dalam sesi tanya jawab, tim Yoursay.id juga menjelaskan mengenai beberapa hal teknis, seperti penulisan judul dan tips penggunaan gambar untuk artikel. Menutup acara, tim Yoursay.id berharap para member dapat menjadi bagian dari wajah baru platform ini dengan menghadirkan tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga personal, berdampak, dan jujur. Hal ini juga turut disampaikan oleh perwakilan tim Yoursay.id, yaitu Muhamad Reza Sulaiman.
“Saya berharap teman-teman bisa menjadi wajah baru dari Yoursay, yaitu Spotlight,” ujar Reza.
Baca Juga
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Lagu Location Unknown Masih Jadi Juara: Tutorial Galau Tanpa Harus Kehilangan Arah
-
Psikologi Belanja Lebaran: Beli Baju Baru Hingga Dekorasi Rumah Jadi Alasan Orang Padati Mal
-
MacBook vs Laptop Windows: Mana yang Lebih Worth It untuk Dibeli?
Artikel Terkait
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
12 Tahun Suara.com: Saat Yoursay Menjadi Bukti bahwa Suara Kita Berharga
-
Bingung Pilih Skincare? Yoursay Class Bareng Mydervia Punya Jawabannya
-
Ramadan Connect by Yoursay: Diskusi New Media Jogja soal Niche dan Cuan
-
Bosan Ngabuburit Cari Takjil? Yoursay Class Ajak Ikut Ngabubuwrite
News
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
Terkini
-
Review Film Mardaani 3: Rani Mukerji Hadapi Mafia Pengemis yang Kejam
-
Balik Kerja setelah Momen Liburan yang Hangat: Mood Hilang, Realita Datang
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Sutradara Disebut Siap, Happy Death Day 3 akan Mulai Digarap
-
Stop Making Stupid People Famous! Krisis Role Model di Media Sosial