Malam yang dingin kian membuat dirinya begitu asing, di antara hampa dan nestapa, ia bertanya kepada kekasih nya.
"Puan, bolehkah aku meminta 1 gelas kopi hangat malam ini?" tanya Tuan
"Buat apa, Tuan? Sudah cukup lama tidur mu larut malam, aku takut, esok kau tak lagi memandang ku di dalam waktu yang berjalan," ucap Puan
"Yang larut itu tidur ku, tapi tidak dengan diriku. Aku akan selalu ada di sini, menatap mu di sepanjang waktu, oh salah, bukan menatap mu, tetapi menetap bersama mu," ucap Tuan
"Bagaimana bisa kau memastikan hal itu, sementara kau dan aku pun sama-sama terasing," ucap Puan
"Maksud mu?" tanya Tuan dengan sedikit heran
"Ya, kau dan aku sama-sama terasing, kita tak benar-benar saling bertemu, tak benar-benar pula saling berbicara," ucap Puan
Mulai ia dekati tubuh itu, ia mencoba menggenggam tangan Puan, kekasih nya. Tetapi, Puan mengelak.
"Jangan," ucap Puan menarik tangan nya
"Mengapa? Bukan kah kau sendiri yang mengatakan kita tak benar-benar ada? Aku ingin mencoba membuktikan nya, bahwa jika memang saya dan kau tidak pernah ada, pastilah saya takkan bisa menyentuh tangan mu," ucap Tuan
"Kau salah, kita tak pernah ada, bahkan di dalam pembicaraan mu dengan ku, kita tak benar-benar nyata," ucap Puan
Dengan sedikit nekat, Tuan langsung mencoba menyentuh tangan Puan.
Tuan pun terheran, tangan nya tak mampu menyentuh tangan Puan. Bagaimana bisa, ia berbicara dengan ketiadaan, di antara rindu dan kehilangan.
Tag
Baca Juga
-
Menyelami Ego dan Jati Diri dari Buku Egosentris
-
Menelusuri Jalur Kehidupan di "The Lincoln Highway" Karya Amor Towles
-
Menerobos Bayangan Masa Lalu dari Buku Beloved Karya Toni Morrison
-
Menelusuri Nilai Moral dan Keadilan dari Buku "To Kill a Mockingbird" Karya Harper Lee
-
Mencari Ketenangan di Era Digital: Sebuah Perenungan
Artikel Terkait
-
Menyelami Isu Gender, Kemanusiaan, dan Sosial Politik dalam Novel Saman
-
Ulasan Novel Laut Bercerita: Catatan Kelam Gelombang Sejarah
-
Maret Kelam: Rakyat Muak, Sastra Orde Baru Jadi Pelampiasan!
-
Ramai Boikot Deodoran Gegara Sastra Silalahi, Padahal Cuma KOL Bukan Brand Ambassador: Apa Bedanya?
-
Sastra Silalahi Damai dengan Fans Timnas yang Dituduh Judi, Takut Kehilangan Sponsor?
Sastra
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya