Ilustrasi kereta api di Italia. (Pixabay/benfuenfundachtzig)
Kereta ini merangkak lebih cepat dari biasanya
Mungkin aku harus mencari sesuatu di Lorong-lorong udara
Tentang Isyarat dari manisnya perpisahan
Keramahanmu selembut kapas-kapas
Terima kasih adalah hadiah maha sederhana dariku
Maaf aku pulang lebih awal dari matahari
Harus kutemukan isyarat tentang hakikat kesepian
Jejak kakiku akan jadi cinderamata suatu hari nanti
Sudah kuhitung air matamu ketika perpisahan ini terjadi
Kuhapalkan bulirnya seolah aku tak akan melihat itu lagi
Kereta ini mulai berlari menuju liang sinar
Mengantarku menuju kemungkinan paling panjang
Di atas jalan rel kucatat setiap angin
Yang memberi tanda menuju kebijaksanaan
Cianjur 2021
Komentar
Berikan komentar disini >
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Meraih Ketidakmungkinan: Saat Pemuda STOVIA Terjebak Cinta & Nasib Bangsa
-
Samsung Salip Apple Saat Pasar Smartphone Terpuruk, Kok Bisa?
-
Ketika Mengajar Tak Lagi Menjanjikan: Kesejahteraan Guru Terus Tertinggal
-
4 Ide OOTD Urban Y2K Streetwear ala Yuqi I-DLE yang Gampang Ditiru!
-
Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Siap Hadapi Prancis Tanpa Beban Mental