Ilustrasi Anak Belajar (Pexels.com/cottonbro)
Anak laki-laki itu gelisah
Bukannya didukung, malah mendapat amarah
Dia nampak kehilangan arah
Kala harapannya mulai berdarah
Anak laki-laki itu hanya ingin belajar dengan tenang
Namun sayang, ia tak diizinkan
Padahal prestasinya begitu gemilang
Tapi kenapa ia dilarang?
Anak laki-laki itu harus berjuang dengan air mata
Dia harus bertahan bersama rasa irinya
Melihat teman-temannya yang selalu didukung orang tuanya
Bukan seperti dirinya
Maret 2021
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Menggugat Sekolah yang 'Tak' Bersalah
-
Film Encanto: Tak Ada Keluarga yang Benar-benar Sempurna
-
Doctor Strange MoM: Menyelamatkan Dunia Bukan Perkara yang Membahagiakan
-
Privilese Spider-Man dan Batman serta Korelasinya dengan Konsep Berbuat Baik
-
Imam Al Ghazali dan Tuduhan Soal Penyebab Kejumudan Berpikir
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Nostalgia Orde Baru: Mengenang Masa Ketika TVRI Jadi Satu-Satunya Jendela Piala Dunia
-
Surat untuk Masa Mudaku: Film tentang Penerimaan atas Luka Masa Kecil
-
Waspada! 5 Kebiasaan Online Sepele yang Diam-Diam Mengancam Keamanan Data Anda
-
Konten 'Back to Reality' di Media Sosial dan Narasi Kolektif Pasca Lebaran
-
Nonton Tunggu Aku Sukses Nanti: Relatable Sih, tapi Kok Kayak Takut Terlalu Jujur