Ilustrasi seseorang berjalan seorang diri. (pixabay.com/harutmovsisyan)
Bintang yang tak tampak
Ke mana larinya malam ini
Tak bersinar menyisakan gulita
Merindu langit semalam tak bersama
Siksa-siksa kesendirian kian mendera
Tatapan nanar menghias angkasa
Dalam kerisauan menanti esok lagi
Hendak berkisah tak tahu pada siapa
Awan yang tiada, angin pun sama
Bumi yang sepi ditatapnya sejenak
Bertemu aku dalam perasaan yang sama
Komentar
Berikan komentar disini >
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan