Merenung (unsplash)
Cinta bukanlah satu hal yang kepalang;
Adalah bodoh mengatakan bila cinta tidak bisa diulang.
Cinta adalah gairah; yang merangsang energi hidup,
Tidak peduli seberapa sering engkau redup.
Cinta ialah mahkota,
Raja tanpa tahta.
Cinta ialah api,
Membakar ujung curiga.
Cinta ialah musim,
Semi tanpa cuaca.
Cinta ialah kembang,
Wangi tanpa bunga.
Cinta ialah sepi;
Itulah sebabnya,
Engkau senang tak berarti.
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Mewarisi Kartini yang Mana? Membaca Ulang Jalan Menuju Terang
-
Jadi Ahli Bedah Toraks: Pesona Lee Jong-suk di Doctor Stranger
-
Manga Princess Knight Dapat Adaptasi Anime Baru Setelah 27 Tahun di Netflix
-
Ulasan Film Kupilih Jalur Langit: Kisah Nyata Viral yang Menguras Air Mata
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat