Ilustrasi kutub (pexels.com/simon berger)
Kamu selatan, aku utara.
Kita beda, namun sama.
Satu beku, satu kaku.
Selalu statis, sering apatis.
Mencari Kesalahan,menyembunyikan perasaaan.
Merasa paling benar,
Tapi tak mau bertengkar.
Kita tidak salah,
Kita hanya insan bersuhu rendah.
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Kumpulan Puisi di Buku Kitab Pertanyaan: Cara Pablo Neruda Menggugat Dunia
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Buku Bisikan Hati yang Tersembunyi: Merawat Harapan dan Keberanian Bermimpi
-
Buku Secret Admirer: Puisi-Puisi tentang Cinta yang Disimpan dalam Diam
-
10 Puisi Isra Miraj Penuh Makna, Refleksi Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW
Sastra
Terkini
-
Meneladani Adab Berutang yang Kian Terlupa di Novel Kembara Rindu
-
Saat Pengkhianatan Dibalas dengan Rencana Cerdas: Ulasan Novel The Camarro
-
Puasa Seharusnya Sederhana, Kenapa Konsumsi Justru Meningkat?
-
Serial Thailand Girl From Nowhere Dapat Remake Jepang untuk Pertama Kali
-
Wonpil DAY6 Siap Comeback Solo Setelah 3 Tahun dengan Mini Album Unpiltered