Ilustrasi kutub (pexels.com/simon berger)
Kamu selatan, aku utara.
Kita beda, namun sama.
Satu beku, satu kaku.
Selalu statis, sering apatis.
Mencari Kesalahan,menyembunyikan perasaaan.
Merasa paling benar,
Tapi tak mau bertengkar.
Kita tidak salah,
Kita hanya insan bersuhu rendah.
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Puisi Pahlawan dan Tikus: Menyelami Kritik Sosial yang Sarat Spiritualitas
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
10 Puisi Hari Anak yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Lomba dan Upacara
-
Ulasan A Sea of Lemon Trees: Ketika Anak 12 Tahun Melawan Ketidakadilan
-
Novel Will's Race for Home: Petualangan Mengharukan Berlatar Oklahoma Land
Sastra
Terkini
-
Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?
-
Bertabur Bintang, The Odyssey Taklukkan Box Office dengan Raup Rp11 Triliun
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
-
The Odyssey: Kejeniusan Christopher Nolan dalam Menerjemahkan Sebuah Epos
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?