Ilustrasi Kacamata Butut (Pixabay)
Terlihat tak bersahabat lagi.
Bundaran-bundaran tak seelok dahulu.
Kacanya pun mulai tergores dan nampak buram.
Kakinya juga patah dan sulit difungsikan lagi.
Kacamata, pemandu penglihatan manusia.
Kacamata, pelindung sinaran matahari.
Kacamata dapat menjadi bahan gaya-gayaan.
Kacamata akan tampil anggun di wajah-wajah manusia.
Kacamataku kini tak berkutif lagi.
Kacamataku mulai menjauh dariku.
Kacamata kini menjadi butut.
Kini dirimu pun tergelentar di pojok-pojok rumah.
Mungkinkah dirimu dapat tergantikan?
Kacamata butut, kacamata tak bersahabat lagi.
Bukan karena aku tak setia.
Aku hanya ingin keluar dari ke-butut-an itu.
Maafkanlah diri ini, wahai kacamata butut.
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Putry Poyz Buka Lifestyle Hub di Jakarta Selatan, Sediakan Tempat Khusus Buat Para Content Creator
-
Budaya Blokecore: Ekspresi Gaya Hidup Urban Pencinta Sepak Bola
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga
Sastra
Terkini
-
4 Padu Paddan OOTD Sleek Minimalist ala Heo Nam Joon untuk Segala Momen!
-
Viral Dulu Baru Ditolong? Negara Tak Boleh Bekerja Berdasarkan Algoritma
-
Perdana Tayang, House of the Dragon S3 Raih 21,5 Juta Penonton dalam 3 Hari
-
Wajah Kusam dan Bruntusan? Coba 4 Exfoliating Face Wash Murah Cuma Rp30 Ribuan!
-
Paradoks Kekerasan dan Agama dalam Film In the Hand of Dante