Ilustrasi depresi. (Pixabay)
Bagai nyawa tersiksa terhujam kenikmatan
Bak membuatku terkulai terpojok tidur
Sedetik demi sedetik kehancuran menyertaiku
Setiap waktu selalu berhiaskan sengsara
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum