Dream Praire
Dream Praire
Ilustrasi seorang gadis. (Pixabay//Loilamtan)

Terkejut Mirah akan sebuah berita

Dibawa paman dari rantau kota

Kabar baik untuk semua keluarga

Sepanjang malam Mirah terjaga

Mirah sungguh gelisah tiada tara

Ingin pergi tapi takut menjadi perkara

Sesungguhnya Mirah sangat ingin menjerit

Namun suaranya hanya bagai tikus yang terjepit

Mirah sungguh tak punya prasangka

Cerita hidupnya akan berakhir dalam petaka

Mirah tak punya pemahaman dan pengertian

Yang ada hanya kesedihan dan ketakutan

Ini memang bukan zaman perjodohan

Kata orang itu sudah berbeda peradaban

Tetapi mengapa nasib Mirah begini sial

Dipaksa untuk  menerima lelaki tak dikenal

Mirah hendak berteriak menyatakan protes

Tetapi hanya airmata yang menetes-netes

Meratapi kekerasan ayah yang memaksanya

Menangisi kelemahan ibu yang tak membelanya

Mirah terus bertanya dalam keheningan

Mengapa ia yang harus dikorbankan

Akibat lilitan hutang yang tak terbayar

Semua impian Mirah mendadak buyar

Mirah menjadi barang tebusan

Sebagai jaminan untuk kebebasan

Memerdekakan keluarga dari tagihan

Menghapuskan sederet tuntutan

Mirah meringkuk ketakutan

Mimpi buruk datang berurutan

Mirah memohon kepada ayahnya

Agar tak memaksa pernikahannya

Tetapi ayahnya tak jua bergeming

Teringat hutang yang sudah genting

Mirah semakin dilanda hebatnya putus asa

Rasa takutnya menyerang dengan luar biasa.

Mirah mengadu kepada ibunya

Yang hanya sekejap menghiburnya

Ibunya berkata tak bisa berbuat banyak

Selain meminta Mirah tak memberontak

Mirah tenggelam dalam kekecewaan

Menaikkan derajat gelegak kemarahan

Membentuk segunung rasa bernama benci

Memberanikan bibir meneriakkan segala caci

Mirah sesak oleh luapan kepanikan

Keberanian  menyeruak didorong oleh ketakutan

Mirah pun belajar kata baru bernama tekad

Tak akan diam terjebak sampai tiba akad

Mirah yang polos dan tak berprasangka

Seakan telah menyaksikan pertunjukan neraka

Bertekad pergi meninggalkan rumah dan keluarga

Memilih menghadapi masa depan yang tak dapat diduga

                                                          Borneo, September 2021

Komentar