Hernawan | Dream Praire
Ilustrasi Angkasa (Pixabay).
Dream Praire

Seorang bocah bertanya kepada bulan

Mengapa dia bergerak begitu pelan

Tentu saja bocah tak mendapat jawaban

Karena bulan tak mendengar pertanyaan

Bocah memandang lekat bulan yang bulat

Lukisan misteri pada bulan membuatnya tersesat

Lalu si bocah mendapat bisikan dari ayahnya

Bahwa bulan tak memiliki sendiri asal cahaya

Ayahnya berkata bahwa bulan hanya memantulkan

Sinar matahari yang panas menyilaukan

Menyebarkan ke bumi dengan aura terang yang lembut

Menjadikannya cahaya penerang dalam gulita yang menyambut

Bocah menatap bulan dengan takjub dan heran

Betapa hebat bulan memainkan peran

Pancarannya dipuji dan dikagumi oleh banyak insan

Dipandang indah bagai kemilau perhiasan

Bocah berpaling kepada bintang- bintang

Tidakkah mereka pernah merasa tertantang

Pada kilau sinar bulan yang begitu benderang

Membuat bintang tampak tak seberapa terang

Bintang-bintang  pun tak memberi tanggapan

Diam dan tak ada apapun pengganti ungkapan

Langit malam yang menghampar hitam pekat

Bagi bintang-bintang ia  adalah sejatinya sahabat

Sebab tanpa kegelapan malam di langit

Bintang-bintang seolah tak pernah terbit

Begitulah adanya suatu kegelapan

Di sisi lain tersimpan sebuah harapan

Bocah masih menatap bulan dan bintang

Ia berteriak dengan suara lantang

Wahai bulan dan bintang- bintang nun jauh di sana

Kau adalah benda indah ciptaan yang maha bijaksana

Bocah masih terus  memandangi cahaya

Dan memaksa dirinya untuk  percaya

Bahwa bulan memang tak memiliki sinar

Tapi kekagumannya  tak akan menjadi pudar

Bocah juga tersenyum gembira

Pada bintang yang senang tak terkira

Bocah masuk rumah dan menutup pintu sejenak

Menyimpan gambaran bulan dan bintang dalam benak

Borneo, Oktober 2021