Sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, pesta olahraga yang dinantikan sekaligus yang terbesar akhirnya digelar. Ada 33 cabang olahraga yang dilombakan dalam pagelaran kali ini dan sekitar 200 negara serta 11.000 atlet yang menjadi peserta olimpiade.
Namun pagelaran olimpiade yang diadakan di Tokyo kali ini menyimpan sejumlah fakta yang tak biasa. Berikut selengkapnya:
1. Ranjang atlit
Beberapa waktu lalu, melalui unggahan salah seorang atlet lari jarak jauh asal Amerika Serikat, Paul Chelimo, menjadi viral. Dalam unggahannya tersebut, ia mengklaim bahwa ranjang yang ada di perkampungan atlet merupakan ranjang anti sex. Pasalnya ranjang tersebut terbuat dari kardus, sehingga mencegah adanya sex bebas antar atlet.
Postingannya pun mendapat tanggapan dari pihak penyelenggara, yang mana sebenarnya ranjang tersebut bisa menopang beban hingga 200 Kg. Adapun alasan pembuatan ranjang tersebut dari bahan kardus, lebih pada soal pemanfaatannya. Tidak hanya awet dan nyaman, pihak penyelenggara juga ingin agar ranjang itu bisa didaur ulang menjadi produk kertas begitu olimpiade usai.
2. Tokyo National Stadium
Ada hal unik pada bangunan Tokyo National Stadium, dimana sebagian besar cabang olahraga dipertandingkan di stadion ini. Bangunan yang dirancang Kengo Kuma ini sebagian besar terbuat dari kayu. Kayu-kayu tersebut didatangkan dari seluruh penjuru Jepang.
Stadion ini sengaja dirancang agar lebih ramah dengan lingkungan alam. Sekitar stadion banyak ditumbuhi pohon-pohon. Sehingga udara sekitarnya juga terasa sejuk. Itulah sebabnya stadion ini dijuluki Mori no Stadium yang artinya Stadion Hutan.
3. Medali di olimpiade
Hal tak biasa sekaligus unik juga bisa dilihat dari medali olimpiade. Pasalnya medali-medali itu merupakan hasil daur ulang dari barang-barang elektronik kecil seperti ponsel bekas milik penduduk Jepang.
Pengumpulan barang-barang elektronik kecil tersebut berlangsung sekitar 2 tahun, yaitu sejak April 2017 hingga maret 2019. Dari pengumpulan itu menghasilkan 5.000 medali.
4. Anggaran
Anggaran pelaksanaan olimpiade Tokyo 2020 kali ini ternyata memakan dana terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan olimpiade. Pasalnya dana yang dibutuhkan mencapai angka US$ 15,4 miliar, dari perkiraan awal hanya sebesar US$ 7,6 miliar. Lonjakan dana ini disebabkan karena adanya pandemi covid-19 dan penundaan selama setahun.
5. Kondom
Sebelum para atlet kembali pada negaranya masing-masing, mereka akan mendapat souvenir dari pihak penyelenggara. Uniknya, souvenirnya berupa kondom.
Pada perhelatan akbar kali ini, pihak penyelenggara memang melarang para atlet untuk melakukan hubungan seksual selama olimpiade berlangsung. Hal ini demi mencegah penyebaran covid-19. Ada sekitar 160 ribu kondom yang siap dibagikan ke semua atlet yang bertanding.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Homo Homini Humor: Tertawa Dulu, Baru Sadar yang Ditertawakan Diri Sendiri
-
Tazza: The Song of Beelzebub, Balas Dendam Mantan Raja Kasino di Meja Poker
-
Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial
-
Review Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia, Novel Misteri Klasik yang Pas Banget Buat Anak SD!
-
Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims
Terkini
-
Bermula dari Syuting MV, Agensi Konfirmasi T.O.P dan Nana Pacaran
-
Jeritan Ekonomi Akar Rumput: Pertumbuhan yang Gagal Menetes
-
5 Eye Serum untuk Atasi Mata Panda, Garis Halus dan Mata Lelah
-
Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak
-
About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!