Mengenali diri sendiri termasuk hal yang tak boleh kita abaikan. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa mengetahui kekurangan sekaligus kelebihan yang ada dalam diri kita. Ketika melihat kekurangan yang ada, kita akan berusaha untuk memperbaikinya. Sementara saat kita memiliki kelebihan-kelebihan, berusahalah untuk menggunakan kelebihan tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.
Dalam buku ‘Siapa Aku? Bagaimana Aku?’ Nidhom Khoeron menulis, “Mengenali kelemahan diri adalah satu-satunya cara yang paling ampuh untuk membangkitkan kekuatan super. Sedangkan mengabaikan kekurangan pada diri itu seumpama mengizinkan kegagalan datang kepada hidup kita.”
Perlu direnungi bersama bahwa kelemahan itu jangan dijadikan sebagai suatu penghalang untuk seseorang yang ingin berjuang dalam pencapaian mimpi yang diinginkan. Apabila kita terus terpaku pada kelemahan yang ada, maka ditakutkan tidak bisa bergerak ke depan alias tetap berhenti tanpa mau mencoba melangkah dari tempat semula (Siapa Aku? Bagaimana Aku?, halaman 40).
Salah satu kunci sukses dalam hidup ini adalah bila kita bisa mengenali kelebihan dalam diri kita. Setelah mengenali dan menemukan, berusahalah untuk mengembangkannya. Kita tentu sepakat bahwa setiap orang memiliki potensi dan hobi yang beragam. Potensi serta hobi tersebut mestinya bisa kita asah dan menjadi lahan atau profesi yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Menurut Nidhom Khoeron, setiap manusia itu memiliki perasaan mencintai terhadap sesuatu, baik itu kepada benda, makanan, minuman, pekerjaan, atau pun yang lainnya. Jangan meremehkan apa yang kita sukai selama ini. Itu bisa saja akan menjadi sumber rezeki nantinya. Siapa yang tahu, bukan? Perlu kita sepakati bersama, bahwa sesuatu yang kita sukai itu bisa saja menjadi hobi yang menghasilkan.
Sesuatu yang kita sukai apabila dikerjakan dengan hati yang tulus dan penuh kegembiraan, setelahnya pun ada rasa kepuasan tersendiri bagi setiap orang yang berhasil menyelesaikannya. Jika kita mendapatkan sebuah pertanyaan seperti ini, “Apa yang kita sukai dalam hidup ini, guys?” Mau jawab apa? Apa pun jawaban kalian, yakinlah jika “itu” yang sangat disukai manakala melakukannya (Siapa Aku? Bagaimana Aku?, halaman 46).
Buku ‘Siapa Aku? Bagaimana Aku?’ terbitan Semesta Hikmah Publishing (2019) ini layak dijadikan buku panduan bagi anak-anak muda yang dapat membantu mereka menemukan jati diri sebagai penunjang kesuksesan dan kebahagiaan. Bukankah setiap orang ingin sukses dan bahagia? Selamat membaca.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Supernova dan Revolusi Sastra Populer Indonesia Awal 2000-an
-
Menjelajahi Misteri Alam Semesta dalam Buku The Grand Design
Terkini
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!
-
Tragedi Kresek Hitam: Sengkarut Sampah Plastik Pasca-Iduladha yang Tak Kunjung Usai
-
Daredevil: Born Again Season 2, Perpaduan Sempurna Aksi dan Cerita Politik!
-
Status Kim Soo Hyun Terbukti Bersih, Mengapa Netizen Masih Ogah Percaya?