Identitas Buku
Judul buku: The ABC Murders (Pembunuhan ABC)
penulis: Agatha Chrisitie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 324 halaman
Ulasan
Ada hubungan apa antara surat penuh ejekan yang dikirimkan kepada M. Hercule Poirot dengan pembunuhan seorang wanita penjaga toko, serta sebuah buku Panduan Kereta Api ABC yang tergeletak di samping wanita tersebut?
Benarkah surat tersebut berhubungan dengan pembunuhan, atau hanya sebuah surat tidak penting dari orang iseng belaka? Namun, M. Hercule Poirot sadar sejak awal, ada yang janggal dengan surat tersebut. Sama sekali tidak bisa diremehkan keberadaannya.
Pembunuhan selanjutnya kembali terjadi dan terkuak, kali ini korbannya adalah seorang wanita muda yang ditemukan tewas akibat dicekik di pinggir dekat pantai. Dilanjutkan dengan pembuhan ketiga, dengan korban seorang lelaki yang tewas dengan cara ditikam.
Pembunuhan pertama terjadi di Andover, dengan korban bernama Mrs. Ascher. Pembunuhan kedua dan ketiga juga menunjukkan hal yang sama, tempat kejadian serta nama para korban yang tewas terbunuh sesuai dengan urutan huruf abjad, yaitu B dan C. Lalu, apakah pembunuhan keempat terjadi dan nama korban serta tempat terjadinya peristiwa juga akan diawali dengan huruf D?
Membaca cerita Agatha Christie berjudul The ABC Murders atau Pembunuhan ABC ini benar-benar membuatku diajak untuk berpikir. Cerita dalam The ABC Murders ini menggunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Hastings, sahabat karib M. Hercule Poirot. Mereka berdua bekerja sama untuk menuntaskan kasus pembunuhan yang melibatkan urutan abjad dan buku panduan kereta api itu. Benar-benar kisah yang sangat epik dan menegangkan!
Ada beberapa bab yang tidak berasal dari sudut pandang Hastings, dan pada bab-bab inilah para pembaca diajak untuk menebak serta berspekulasi siapa sebenarnya dalang dibalik pembunuhan yang unik dan tidak biasa ini. Benarkah pelaku sebenarnya adalah seseorang dengan gangguan kejiwaan, atau dengan kata lain maniak terhadap hal-hal tertentu?
Seperti biasa, plottwist yang disajikan Agatha Christie dalam novelnya selalu di luar dugaan, di luar ekspektasi para pembaca. Setiap hal yang awalnya terlihat berdiri sendiri dan tidak saling terhubung dalam The ABC Murders, ternyata di akhir memiliki benang merah dan saling terkait satu sama lain. Di akhir bab dari The ABC Murders, kejadian detailnya diceritakan kembali oleh M. Hercule Poirot. Di sini, M. Hercule Poirot mengakui bahwa lawannya benar-benar tidak bisa diremehkan.
Baca Juga
-
Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik
-
Putuskan Hengkang dari JYP Entertainment, Jeongyeon: TWICE Pusat Hidup Saya
-
Realita Pejalan Kaki: Fasilitas Tak Mumpuni hingga Stigma Miring Orang Lain
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang
-
Denny Sumargo Tampil Emosional di Baby Udon, Kisah Nyata Fanny dan Hajime Jadi Pesan Harapan
-
The Chosen in the Wild with Bear Grylls: Refleksi Kehidupan di Alam Bebas
-
The Poppy War dan Representasi Sejarah Tiongkok dalam Balutan Fantasi
-
Usai Festival Literasi Kutoarjo, OUT OF THE BOOX Kini Ramaikan Purworejo
Terkini
-
Rilis September, Minho SHINee Umumkan Comeback Album Solo 'Make It Hot'
-
Cari Monitor 27 Inch 2K? Ini 5 Pilihan Terbaik Mulai Rp2 Jutaan Aja
-
Saat Jaket Hijau Hormat Bendera: Keringat Ojol dan Isu Kesejahteraan
-
Wajah Baru Jalan A. Yani Nganjuk: Jadi Pusat Dagang Hingga Spot Nongkrong
-
Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!