Orang yang berhasil meraih sukses biasanya adalah tipikal pribadi yang kuat, ulet, telaten, dan tak mudah menyerah ketika berhadapan dengan sederet kegagalan. Justru kegagalan yang dialaminya dapat menjadi semacam cambuk yang akan semakin menyemangatinya dalam melanjutkan perjalanan meraih impiannya.
Dalam buku berjudul SOS (Strategi Orang Sukses) Bisnis; Cerdas Berbisnis Bersama BisnisIndeks (Tangga Pustaka, 2012) yang ditulis oleh Tim BisnisIndeks, dipaparkan bahwa menjadi pribadi kuat tak memerlukan jalan berliku yang menanjak dan penuh kerikil. Menjadi pribadi yang kuat selalu memandang semuanya dalam kaca mata positif dan mampu mengambil hikmah dari berbagai kesalahan yang pernah dialami.
Benar memang bahwa pikiran positif dapat mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang positif. Ciri orang sukses dapat dilihat dari bagaimana dia menghadapi dan menyelesaikan masalah yang datang dalam kehidupannya. Orang sukses biasanya akan mengambil hikmah atau pelajaran berharga dari setiap apa yang dialaminya, baik itu hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.
Sementera orang yang gagal dapat ditandai dengan ketidakmampuannya menghadapi persoalan dalam hidupnya. Dia mudah merasa pesimistis, gampang menyerah dan merasa putus asa saat menghadapi hal yang tak menyenangkan dalam hidupnya.
Saya yakin, setiap orang membutuhkan motivasi dalam hidupnya. Motivasi ini sangat penting, karena dapat membantunya agar lebih bersemangat dalam menata kehidupannya menjadi lebih baik. Begitu pula dalam dunia bisnis, orang memerlukan motivasi dan sumber inspirasi dari orang lain, terutama dari para pebisnis sukses yang telah memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya. Sayangnya, kadang motivasi, misalnya berupa ucapan yang membakar semangat, hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Atau, mudah merasa termotivasi oleh kata-kata orang lain tapi kemudian merasa enggan untuk mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebanyakan dari kita (ini harus disadari) bahwa sangat bersemangat sekali ketika dimotivasi oleh kata-kata, tapi beberapa jenak kemudian, kita sudah melupakan kata-kata motivasi itu. Sebabnya adalah karena kita malas untuk mengambil tindakan, enggan untuk meninggalkan kebiasaan lama yang sebenarnya tidak produktif, atau memang gemar menunda-nunda kesuksesan yang sebenarnya sangat mudah diraih (SOS (Strategi Orang Sukses) Bisnis; Cerdas Berbisnis Bersama BisnisIndeks, halaman 129-130).
Buku genre motivasi bisnis ini semoga dapat menjadi salah satu rujukan berharga bagi para pembaca yang ingin meraih sukses dalam kariernya, terutama mereka yang berkecimpung di dunia bisnis.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
Terkini
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah