Siapa sih, wanita di dunia ini yang tak menyukai perhiasan? Saya rasa, semua wanita menyenanginya. Memiliki cincin, kalung, anting, dan gelang emas misalnya. Dengan perhiasan mahal tersebut, mungkin wanita akan merasa tampak lebih cantik, elegan, berkelas, berwibawa, lebih dihormati, dan lain sebagainya.
Perlu dipahami bersama bahwa memakai perhiasan memang tidak dilarang. Asalkan ada batasan-batasannya. Asalkan tidak berlebih-lebihan dan jangan memiliki motif atau tujuan untuk sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam.
‘Iffah Qanita Nailiya dalam bukunya, 99+ Hadits Shahih tentang Wanita (Diva Press, 2015) memaparkan bahwa kaum perempuan cenderung suka kepada perhiasan, baik berupa emas, perak, dan sebagainya. Kecintaan perempuan terhadap perhiasan bisa dikatakan tidak ada batasnya. Selama mereka mampu membelinya untuk mempercantik diri, maka keinginan memiliki beragam perhiasan tidak akan pernah surut.
Sebenarnya, perhiasan berupa emas maupun perak merupakan hal yang tidak dilarang untuk dikenakan oleh seorang perempuan. Meski demikian, Islam tetap memberi aturan terkait cara seorang perempuan dalam mengenakan perhiasan. Salah satu aturan yang harus diperhatikan oleh kaum perempuan dalam mengenakan perhiasan adalah motif mereka.
Meskipun Islam membolehkan kaum perempuan mengenakan perhiasan berupa emas dan sebagainya, tetapi berdasarkan sebuah hadits, Islam melarang kaum perempuan mengenakan perhiasan bila motifnya hanya untuk pamer demi menarik perhatian orang lain, terutama kaum laki-laki (halaman 160, 99+ Hadits Shahih tentang Wanita).
Terbitnya buku 99+ Hadits Shahih tentang Wanita karya ‘Iffah Qanita Nailiya ini semoga dapat menjadi bahan renungan bersama, khususnya bagi para kaum perempuan, agar tak berlebih-lebihan dalam membeli dan mengenakan perhiasan. Terlalu berlebihan mengenakan perhiasan juga dapat membahayakan diri sendiri, terlebih saat ditampakkan di depan umu, karena hal tersebut dapat memicu orang-orang jahat untuk melakukan aksi misalnya penjambretan dan pencurian.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Cengkeraman Penjajah dan Cita-cita Seni: Konflik Batin Pangeran dari Timur
-
Review Film Tuner: Thriller yang Menyeimbangkan Drama dan Aksi Kriminal!
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
Terkini
-
Prediksi Argentina vs Tanjung Verde: Hiu Biru Butuh Keajaiban?
-
Kisah Ayanokoji Berlanjut, Anime Classroom of the Elite Umumkan Musim ke-5
-
Spanyol Akhiri Kutukan Fase Gugur usai Bungkam Austria 3-0
-
Fitur Username WhatsApp: Inovasi atau Sekadar Gimmick?
-
MASHLE Season 3 Umumkan Tayang Januari 2027, Arc Ujian Terakhir Dimulai