Penting dipahami bersama bahwa kesuksesan yang kita raih dalam hidup ini, selain karena usaha kita dan atas kuasa Allah Swt., juga karena ada campur tangan orang lain. Kita tentu tak dapat meraih sukses karena diri kita sendiri. Oleh karenanya, berusahalah untuk selalu menghargai dan menghormati orang-orang yang turut berjasa dalam kesuksesan kita.
Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas setiap kesuksesan yang berhasil kita peroleh. Bersyukur di sini tentu tak sekadar mengucap kata-kata pujian, semisal membaca kalimat alhamdulillah, tapi juga mesti dibuktikan dengan tindakan nyata. Misalnya, menyisihkan sebagian uang untuk membantu sesama, sebagai wujud rasa syukur tersebut.
Ada sebuah “nasihat dasar” untuk memenangkan kesuksesan dalam buku The Magic of Thinking Big (2014). Camkan dan ingatlah: “Kesuksesan Anda ditentukan oleh dukungan orang lain”.
Satu-satunya rintangan antara Anda dan keinginan Anda adalah dukungan orang lain. Perhatikan hal berikut: seorang eksekutif bergantung pada bawahannya untuk menjalankan instruksi-instruksinya. Jika anak buahnya tidak menjalankan instruksi eksekutif, direktur utama perusahaan akan memecat eksekutif tersebut, bukan bawahannya.
Seorang tenaga penjualan bergantung pada para konsumen yang membeli produknya. Jika konsumen tidak membeli produk yang ia tawarkan, tenaga penjualan tersebut gagal. Seorang dekan fakultas pun bergantung pada para guru besar untuk menjalankan program pendidikannya. Seorang politikus bergantung pada para pemilih yang memberinya suara saat pemilihan umum.
Seorang penulis bergantung pada para pembaca yang membaca karyanya. Seorang pengusaha ritel akan menjadi pengusaha ritel karena para karyawan menerima kepemimpinannya dan konsumen pun menyambut program promosinya (The Magic of Thinking Big, halaman 180).
Bila kita ingin sukses dalam bidang yang akan atau sedang ditekuni, berusahalah untuk menjalin relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar kita. Tanpa relasi yang baik tentu kita akan sulit meraih simpati, kepedulian, penghormatan, dan dukungan dari orang lain. Menjalin relasi yang baik tentu banyak sekali caranya. Misalnya, menghormati setiap perbedaan yang ada.
Berusaha menyukai orang lain juga termasuk bagian dari cara menjalin relasi yang baik. Dalam buku The Magic of Thinking Big ini dijelaskan, orang yang sukses menyusun rencana untuk menyukai orang lain. Apakah Anda juga berbuat demikian? Orang yang meraih posisi puncak kariernya tidak banyak mendiskusikan teknik berpikir positif terhadap orang lain.
Namun, Anda akan terkejut melihat begitu banyak orang besar yang memiliki rencana tertentu, gamblang, bahkan rencana tertulis demi mengekspresikan rasa sukanya terhadap orang lain.
Itulah ulasan singkat buku The Magic of Thinking Big karya David J. Schwartz, Ph.D. Semoga dapat membantu para pembaca yang sedang berusaha meraih kesuksesan kariernya. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo
-
Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!
-
Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya
-
Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan
Terkini
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi
-
Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'