Novel berjudul Kutukan Naskah Drama karya Tessa ini berkisah tentang seputar persahabatan kaum remaja beserta segala suka dukanya. Dikisahkan, Tiara, Tasya, Rex dan Jack adalah empat sekawan yang menimba ilmu di sekolah yang sama. Persahabatan mereka begitu kental meski tak jarang diwarnai perdebatan dan sederet persoalan yang mau tak mau harus dihadapi bersama.
Salah satu persoalan yang dialami empat sekawan tersebut misalnya ketika mendapat tugas dari Bu Angel yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beliau memberi tugas kepada murid-murid kelas, agar membuat naskah drama untuk ditampilkan di depan murid-murid. Tema cerita bebas dan naskah drama harus ditulis sendiri. Satu kelompok terdiri empat orang.
Siapa yang dapat membuat naskah drama menarik dan memperagakannya dengan bagus, akan mendapat nilai 100 dan akan ditraktir makan sepuasnya di kantin. Iming-iming tersebut tentu membuat para murid bersemangat dan kemudian saling berlomba-lomba menghasilkan naskah drama dan pertunjukan terbaik.
Karena satu kelompok (dalam tugas membuat naskah drama dan mementaskannya) terdiri atas empat orang, maka secara otomatis empat sekawan (Tiara, Tasya, Rex dan Jack) bersepakat untuk menjadi satu kelompok.
Persoalan demi persoalan bermunculan saat mereka sedang berusaha mencari ide dan membuat naskah drama menarik, sekaligus melatih diri untuk pertunjukan di kelas nanti. Misalnya, ketika naskah drama yang telah dibuat dengan susah payah itu dibawa oleh Jack terjatuh di selokan berair dan tak bisa diselamatkan sehingga memicu kemarahan Tiara.
Untunglah empat sekawan kemudian bertemu dengan seorang bapak-bapak yang menawarkan diri untuk meminjamkan naskah dramanya digunakan oleh mereka. Bapak misterius bernama Pak Kudiman inilah yang selanjutnya menjadi sumber persoalan yang lebih pelik dan menyeramkan.
Sejak mereka menerima naskah drama dari Pak Kudiman, kejadian-kejadian aneh dan mengerikan datang silih berganti. Misalnya, saat pertunjukan drama sedang berlangsung, Tiara mendengar denting bel yang begitu nyaring, sementara ketiga temannya tak ada yang mendengarnya.
Kejadian horor lainnya saat Tasya terjebak dalam toilet sekolah hingga pingsan. Padahal, ketiga temannya jelas-jelas melihat Tasya sudah keluar dari toilet dan berjalan pulang ke rumah.
Tentu masih ada sederet misteri yang harus diungkap di balik naskah drama yang bermula dari pinjaman Pak Kudiman. Belum lagi kisah mereka yang diwarnai dengan balutan rasa cinta. Cinta dua orang lelaki pada satu teman perempuannya. Novel remaja genre horor terbitan Dar! Mizan (2019) ini bisa dijadikan pilihan bacaan menghibur di akhir pekan atau waktu senggang Anda. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kejar Pembunuh di Dua Masa, Tunnel Jadi Drama Misteri yang Sulit Dilupakan
-
Ungkap Misteri Puteri Gunung Ledang dalam Bukuloka: Janji Di Puncak Ledang
-
The Millionaire Detective Balance Unlimited, Saat Pewaris Jadi Polisi Sempurna
-
Potret Perempuan dalam Sejarah Islam: Membaca Kembali Ummahatul Mukminin
-
Mati Berkali-kali, Tetap Harus Masuk Kerja: Dilema Eksistensi dalam Mickey7
Terkini
-
Lagi Cari HP Performa Monster? Ini 5 Pilihan HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaru 2026
-
NMIXX Intimidasi Haters dan Pesaing di Lagu Caution Feat. Anderson .Paak
-
Retail Therapy dan Sampah yang Tak Terlihat di Balik Kebiasaan Checkout
-
5 Rekomendasi Bumbu Sate untuk Daging Kurban, Makin Sedap dan Nikmat!
-
Hati-hati! Saldo Rekening Bisa Ludes Sendiri Jika Kamu Abaikan Aturan Ini