Apa yang ada dalam pikiran kita mendengar kata “rezeki”? Harta berlimpah, uang yang begitu banyak, serta aset kekayaan yang tak terhitung jumlahnya? Ada benarnya juga bahwa rezeki sangat lekat dengan kekayaan dan kemewahan yang dimiliki manusia.
Di era digital, banyak jalan atau cara untuk mendapatkan uang dan menjadikannya sebagai penghasilan tetap. Dengan modal kreativitas, siapa pun bisa mencari rezeki di dunia digital. Ada yang menjadi konten kreator, jasa pembuatan iklan, desainer, hingga Youtuber yang bekalangan ini banyak diminati netizen di Tanah Air.
Lalu, bagaimana cara yang aman dan baik untuk mendapatkan rezeki di masa-masa sekarang? Wusda Hetsa dan Achi TM (2018) berbagi gagasan-gagasannya tentang peluang rezeki yang biasa kita praktikkan dalam buku Aplikasi Pencari Rezeki.
Dalam buku sederhana dan praktis ini, kedua penulis memaparkan banyak hal tentang hakikat rezeki dan bagaimana memahami esensi rezeki itu sendiri. Menurut penulis, Tuhan begitu banyak menyediakan ladang rezeki di dunia ini. Bagaimana manusia untuk mengaisnya dengan halal dan baik itulah yang harus dipelajari.
Sebagaimana lazim diketahui, ada banyak ladang pekerjaan yang sesuai dengan bidang masing-masing. Ada yang jadi pedagang, pengusaha, guru, dosen, petani, hingga buruh pabrik. Semua itu butuh keahlian khusus yang tak bisa disepelekan jika mereka ingin maksimal dalam mencari rezeki sesuai bidang yang dikuasai.
Namun begitu, untuk bisa memaksimalkan rezeki, ada beberapa hal yang harus dipahami, di antaranya adalah dengan memahami dan meluaskan arti rezeki. Rezeki itu luas, bukan hanya uang semata. Rezeki itu bisa berupa kesehatan, pertemanan, persaudaraan, kasih sayang, perhatian, kecerdasan, dan sebagainya (hlm. 99).
Lewat buku 208 halaman ini, penulis mencoba membuka pikiran pembaca tentang makna dan hakikat rezeki. Bahwa rezeki itu tak melulu tentang harta benda atau kekayaan, tetapi juga hal-hal yang menjadi jalan pembuka bagi pintu-pintu rezeki itu sendiri.
Bersyukur atas segala nikmat yang telah Tuhan beri juga merupakan cara agar rezeki yang kita dapat bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan begitu, rezeki yang kita miliki menjadi rezeki yang berkah. Rezeki yang tidak hanya berguna bagi diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang di sekitar kita.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi
Terkini
-
Yuna ITZY Solo Era: Ketika Visual Kelas Kakap Beradu Nasib sama Lagu Bubblegum yang Nagih Parah
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama