Setelah sukses dengan film live action Ninja Kids yang pertama yang dirilis pada tahun 2011, film live action yang kedua pada akhirnya kembali rilis pada tahun 2013. Masih mengangkat kisah tentang pendidikan tiga sahabat untuk menjadi ninja terbaik, film kedua ini disisipi dengan berbagai adegan yang secara konsep bisa dikatakan lebih matang, meski pada penggarapannya masih memiliki beberapa kekurangan.
Selain itu, yang paling penting dalam film ini adalah kita kembali disuguhi kekocakan trio Rantaro, Kirimaru dan Shinbe yang masih berkutat dengan berbagai kekonyolan yang mereka perbuat ketika belajar menjadi ninja di Nintama.
Dalam film kedua ini, Rantaro Inadera (diperankan oleh Seishiro Kato), Kirimaru Settsuno (diperankan oleh Roi Hayashi) dan juga Shinbee (diperankan oleh Juri Shingetsu) tengah berupaya keras untuk menjadi ninja dengan standar minimum seperti yang diharapkan oleh perguruan tempat mereka belajar.
Di tengah-tengah proses pendidikan yang mereka jalani, sebuah kasus besar terjadi dan menggemparkan seluruh jagad dunia perninjaan. Pedang Surga (Heaven’s Sword), sebuah pedang yang memberi pemegangnya kekuatan besar untuk menaklukkan dunia, mendadak hilang dicuri. Tentu saja hal tersebut membuat mereka menjadi geger. Pasalnya, hingga saat ini Pedang Surga masih memiliki beragam misteri yang belum terpecahkan.
Demi bisa menemukan pedang tersebut, Rantaro, Kirimaru, Shinbee dan juga teman-temannya di akademi ninja Nintama, diterjunkan untuk mencari keberadaan pedang tersebut. Mengingat beratnya misi tersebut, tentu saja mereka merasa ragu pada awalnya.
Namun, ketika dijanjikan untuk diberikan libur musim dingin, sontak mereka berubah pikiran dan menjadi bersemangat dalam mencari keberadaan pedang yang hilang tersebut.
Terlebih lagi, satu hal yang penting, misi tersebut bisa dijadikan sebagai semacam ujian praktek bagi anak-anak akademi Nintama untuk bisa mengaplikasikan materi pembelajaran yang telah mereka dapatkan selama ini.
Bagaimana akhir dari misi ini? kekocakan apa lagi yang ditunjukkan oleh tiga sahabat beserta teman-temannya tersebut? Lalu, apa rahasia besar yang berada di balik nama keren Pedang Surga yang hilang tersebut? Semua jawabannya berada di film Ninja Kids: Summer Mission Impossible ini ya!
Bagi teman-teman yang sudah menyaksikan film pertama dan kemudian menyaksikan film kedua ini, mungkin akan menemukan perbedaan tokoh dalam film. Sebagian besar tokoh di film kedua Ninja Kids ini memang mengalami pergantian, termasuk Shinbee juga. Namun apapun itu, yang jelas, film kedua ini juga tak kalah menghibur kok.
Baca Juga
-
Bawa Leeds United Promosi, Ternyata Pascal Struijk Bukan Pemain Indonesia Pertama di EPL
-
Pratama Arhan, Bangkok United dan Kans Ciptakan Memori Manis pada Musim Perdananya
-
Dilepas JDT, Ini 2 Alasan Jordi Amat Harus Terima Pinangan Klub Liga 1 Indonesia
-
Jika Sandy Walsh Saja Ditepikan, Sudah Pasti Liga Jepang Tak Ramah kepada Pemain Indonesia
-
Sandy Walsh, Yokohama F. Marinos dan Teguran Keras Semesta Melalui Al-Nassr
Artikel Terkait
-
Ulasan Film Night Bus: Perjalanan Menegangkan Lewati Zona Konflik Berbahaya
-
Ajisaka, The King and The Flower of Life: Animasi Lokal yang Layak Tayang Secara Global
-
Berlatar Tahun 1997, 4 Poster Karakter Pemeran Utama Film Korea Big Deal
-
7 Fakta Film Dendam Malam Kelam, Arya Saloka dan Davina Karamoy Selingkuh
-
Review Film Aisyah - Biarkan Kami Bersaudara: Persaudaraan Lintas Iman
Ulasan
-
Kisah Inspiratif dari Out of My Mind, Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda
-
Ulasan Film Night Bus: Perjalanan Menegangkan Lewati Zona Konflik Berbahaya
-
Ulasan Novel Menjadi: Sebuah Proses untuk Mengenal dan Menerima Diri
-
Review Buku Purple Eyes Karya Prisca Primasari, Bukan Kisah Romantis seperti Pada Umumnya
-
Review Film Aisyah - Biarkan Kami Bersaudara: Persaudaraan Lintas Iman
Terkini
-
Bawa Leeds United Promosi, Ternyata Pascal Struijk Bukan Pemain Indonesia Pertama di EPL
-
Jordi Amat Akui Belum Tahu Nasib di JDT, Bantah Rumor Hijrah ke Indonesia?
-
3 Alasan Mengapa Patrick Kluivert Harus Pertimbangkan Panggil Yakob Sayuri
-
Ajisaka, The King and The Flower of Life: Animasi Lokal yang Layak Tayang Secara Global
-
Pratama Arhan, Bangkok United dan Kans Ciptakan Memori Manis pada Musim Perdananya