Tak hanya berisi kisah-kisah dari masa silam, Al-Quran juga memuat banyak informasi tentang ilmu pengetahuan (sains) seperti astronomi. Astronomi dengan segala fenomenanya adalah salah satu jenis sains yang banyak disebutkan di dalam Al-Quran. Manusia distimulasi untuk mempelajari fenomena langit melalui sains dan mendudukkan benda langit sebagai makhluk Allah yang tidak tabu untuk dipelajari.
Sains merupakan sebuah metodologi untuk memahami alam, mengerti mekanisme kerja alam. Kebutuhan untuk menyempurnakan ibadah shalat umat Islam melahirkan astronomi praktis, melahirkan sebuah metodologi sains, yang intinya terdapat kegiatan pengamatan, pengukuran, pemahaman, atau penjelasan-penjelasan.
Semesta Pun Berthawaf yang ditulis T. Djamaluddin, profesor riset astronomi-astrofisika, LAPAN, menghadirkan pembahasan yang konkret tentang astronomi di dalam Al-Quran. Buku ini menyajikan pembahasan yang menarik tentang dunia astronomi sehingga pembaca dengan begitu mudah memahami berbagai hal tentang astronomi yang bagi sebagian orang masih terbilang asing.
Penulis menjelaskan, mengenal astronomi untuk memahami Al-Quran itu penting dilakukan agar manusia bisa mengetahui keagungan ciptaan Allah yang belum diketahuinya. Al-Quran mengungkapkan bahwa alam semesta diciptakan dengan jangka waktu tertentu, alam semesta berawal dan berakhir (QS Al-Dukhan [44]: 38), alam semesta diciptakan tidak dengan sia-sia, ada manfaat yang mesti dicari, manfaat bagi kehidupan manusia.
Lewat buku setebal 152 halaman yang dibahas dengan pembahasan yang cukup detail tentang fenomena alam semesta ini, pembaca bisa mengetahui bahwa penulis punya cara pandang keilmuan, tidak murni hanya pemahaman sains astronomi tentang fenomena langit, tetapi memiliki keterkaitan juga dengan sikap kepatuhan bertasbihnya benda dan fenomena langit kepada Allah Swt.
Dalam buku ini pembaca dapat menemukan tema-tema tulisan tentang astronomi sebagai “jembatan” mengenai Al-Quran dalam beberapa bab seperti Langit, Matahari, Cahaya, Bintang, Pelangi, Lubang Hitam (Black Hole), Bumi, hingga Gerhana.
Mungkin, tidak banyak penulis yang memahas korelasi antara astronomi sains dengan Al-Quran, sehingga buku ini begitu unik dan menarik untuk dibahas dan ditelaah, bahkan didiskusikan di berbagai forum untuk melahirkan berbagai opini atau tanggapan tentang fenomena astronomi perspektif Al-Quran. Semoga kehadiran buku ini bisa memperkaya wawasan pembaca tentang pelbagai hal yang berkaitan dengan astronomi.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menjadi Ayah di Dunia Modern itu Tidak Mudah! Membaca Novel Super Didi
-
Menguliti Persepsi tentang Cinta di Novel Gege Mengejar Cinta
-
The Price of Pleasure: Saat Misi Pencarian Berubah Menjadi Perjalanan Hati
-
Panda Plan: The Magical Tribe, Hadirkan Petualangan Panda yang Menggemaskan
-
Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind
Terkini
-
4 Tone Up Body Lotion Cocok Dipakai saat Bukber Solusi Kulit Cerah Seketika
-
Peta Rasa Masjid Syuhada: Diplomasi Takjil Nusantara Penawar Rindu Rantau
-
Sahur Terakhir Bersama Ibu
-
Harga Mulai Rp14 Jutaan, Xiaomi 17 Series Bawa Spek Monster ke Tanah Air
-
Tradisi Angpau Lebaran: Antara Ikhlas Berbagi dan Tekanan Balas Budi