Siapa sih manusia di dunia ini yang tidak ingin kaya raya? Hidup dengan keberlimpahan harta, segala apa yang kita inginkan bisa terwujud. Ya, setiap orang, saya yakin tentu mendambakan dikarunia rezeki berlimpah. Namun, harta berlimpah saja tentu tidak cukup. Sebab, harta yang berlimpah belum tentu berkah.
Idealnya, selain dikaruniai keberlimpahan harta, kita juga berharap diberi keberkahan dalam harta tersebut. Harta berkah yang akan mengantarkan pemiliknya menjadi orang yang dermawan, ringan saat menggunakan harta tersebut untuk jalan kebaikan. Misalnya untuk membantu sesama, membantu pembangunan tempat ibadah, dan seterusnya. Sementara harta yang tidak berkah, salah satu ciri atau tandanya ialah akan cepat habis.
Bicara tentang harta berlimpah, bila kita memang mendambakannya, tentu saja kita harus mau bekerja keras. Dengan cara-cara yang halal tentunya, bukan dengan jalan korupsi atau menipu. Selain berusaha dengan sungguh-sungguh, jangan lupa diiringi dengan berdoa, memohon kepada Allah Swt. agar dikaruniai harta yang berlimpah dan penuh dengan keberkahan.
Dalam buku Dikepung Harta, Ustadz Ali Imran al-Qurawy menguraikan doa-doa yang berkaitan dengan permohonan rezeki. Misalnya, doa memohon kekayaan dan terbebas dari kemiskinan. Berikut ini saya kutip terjemahan doa tersebut:
“Ya Allah, sesungguhnya aku lemah maka berilah kekuatan padaku, sesungguhnya aku ini hina maka hendaklah Engkau memuliakanku, dan sesungguhnya aku ini miskin maka berikanlah kekayaan padaku, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Kita tentu tahu bahwa orang kaya itu kadang (atau bahkan sering?) memiliki sifat yang sombong. Ya, sombong dengan kekayaan yang dimilikinya sehingga dengan mudahnya ia menghina atau menganggap rendah orang lain yang miskin. Karenanya, penting bagi kita untuk memohon atau berdoa, agar kita dihindarkan dari perilaku sombong tersebut. Berikut ini saya kutip terjemah dari doa meminta kekayaan dan tidak menjadi sombong karena kaya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyombongkan diri karena kaya dan dari kehinaan karena miskin. Wahai Dzat yang apabila berjanji pasti memenuhinya, jika mengancam lalu memaafkannya, ampunilah orang yang berbuat zalim dan kemudian menyesali diri. Wahai Dzat yang merasa senang karena ketaatanku, dan tidak akan membahayakan karena kemaksiatanku, berilah kepadaku apa-apa yang menyenangkan-Mu, dan ampunilah diriku terhadap apa-apa yang aku lakukan, yang memang tidak membahayan-Mu.”
Buku ini bisa menjadi sarana bagi para pembaca untuk berdoa, memohon keberlimpahan rezeki yang penuh dengan keberkahan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
Eril Dimakamkan, Nabila Isma Nurhabibah Berjanji Akan Kuat dan Ikhlas
-
Terenyuh! Pesan Perpisahan Ridwan Kamil: Dear Eril, Izinkan Papap Melanjutkan Kehidupan yang Fana Ini
-
Bacaan Latin Doa Qunut dan Artinya, Bacalah saat Sholat Subuh
-
Ridwan Kamil Ungkap Keluarga Banyak Memetik Pelajaran Dari Kejadian Eril
Ulasan
-
Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak
-
Little Bee and the Bloom: Petualangan Lebah Kecil Mengenal Keajaiban Alam
-
Ulasan Shine: Ketika Gemerlap K-Pop Menyimpan Perjuangan
-
Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?
-
He Is Psychometric: Menyingkap Misteri Kejahatan dengan Kekuatan Psikometri
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal
-
Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG
-
Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan
-
Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?