Cinta tak harus memiliki. Ungkapan ini saya yakin sudah sangat sering kita dengar. Ungkapan yang terasa mudah diucapkan atau dituliskan, tapi begitu sulit saat kita tengah mengalami hal tersebut.
Ya, jatuh cinta pada seseorang memang hal yang lumrah. Manusiawi. Setiap orang yang sudah dewasa saya yakin pernah mengalami yang namanya jatuh cinta atau menyukai seseorang. Ada yang berbalas, tapi tak sedikit pula yang cintanya bertepuk sebelah tangan.
Bahkan, yang sudah menjadi sepasang kekasih pun bisa saja suatu hari nanti putus atau berpisah karena merasa sudah tak ada kecocokan satu sama lain. Demikian pula, mereka yang telah hidup berumah tangga, juga bisa berujung perceraian karena satu sama lain sudah tak bisa saling memahami, tak bisa dipersatukan, tak ada lagi kecocokan, dan sederet alasan lainnya.
Bicara tentang kisah asmara yang berakhir dengan kesedihan, juga dialami oleh Hilya, tokoh utama dalam cerpen berjudul “Pertemuan di Dermaga” karya Jia Effendie dalam buku antologi berjudul “Singgah” (Gramedia, 2013).
Hilya bukan orang kaya-raya. Ia hanyalah seorang karyawan HRD sebuah stasiun televisi swasta berpenghasilan dua juta lima ratus rupiah sebulan. Dia menyisihkan sebagian uangnya, menabung, demi bisa berlibur ke tempat-tempat jauh.
Hilya tengah merencanakan berlibur bersama kekasihnya. Rencananya itu sudah dia rancang sejak setahun lalu. Dan ketika waktu liburan yang dinanti tiba, dia justru sudah berpisah dengan kekasihnya. Akhirnya dia memutuskan untuk berlibur seorang diri.
Hilya memang sempat merasakan kesedihan yang mendalam saat putus dengan kekasihnya. Terlebih saat kekasihnya itu akhirnya menikah dengan gadis lain, enam bulan sejak berpisah dengannya. Dia sampai menangis selama berhari-hari sampai akhirnya dia memasang riasan lebih tebal daripada biasanya dan tersenyum lebih lebar daripada biasanya.
Kesedihan yang begitu mendalam yang dialami Hilya tentu sangat bisa dimaklumi. Sebab, saat masih berpacaran, lelaki itu merasa belum siap menikah saat Hilya menyinggung soal pernikahan. Hilya ingin menikah sementara pria itu tidak. Rupanya, pria itu bukan tidak ingin menikah, dia hanya tidak ingin menikah dengan Hilya. Buktinya dia menikah dengan gadis lain setelah putus dengan Hilya.
Di sebuah pulau, saat Hilya sedang berlibur, dia bertemu dengan seorang lelaki yang juga tengah berlibur seorang diri. Dari situlah mereka berteman dan merasa dekat satu sama lain. Namun, di akhir cerita mereka sepertinya sulit untuk bersatu.
Kisah tentang percintaan dua anak manusia memang menarik disimak, apalagi mereka yang tak bisa dipersatukan di kursi pelaminan karena sebab-sebab yang begitu beragam. Dari kisah-kisah tersebut kita bisa mengambil pelajaran yang bisa membuat kita lebih waspada: ketika mencintai seseorang, janganlah terlalu berlebihan, sehingga kita tak begitu terpuruk saat suatu hari berpisah dengannya.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
5 Langkah Mengatasi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
-
4 Cara Mengatasi Pasangan yang Cemburu, Jangan Disepelekan!
-
Aktor Na In Woo Ungkap Definisi Cinta dan Kebahagiaan Menurut Versinya
-
Seks Tidak Harus Menyimpang, Ulasan Buku 'Penyimpangan Seksual yang Dilarang'
-
Ulasan Buku Beginilah Petunjuk Rasulullah tentang Keutamaan Ahli Ilmu
Ulasan
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
Terkini
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca
-
Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'
-
4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif