Memiliki banyak harta tentu sangat mengasyikkan dan menjadi cita-cita banyak orang. Karena dengan harta yang kita punya tersebut, kita dapat melakukan banyak hal. Misalnya, membeli segala hal atau keperluan yang kita inginkan.
Selain itu, kita juga bisa lebih banyak berbuat kebaikan, seperti memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, bersedekah, membantu pembangunan tempat ibadah, dan lain sebagainya.
Karenanya, tak heran bila banyak orang ingin hidup kaya raya, memiliki harta benda yang berlimpah. Namun yang perlu ditegaskan di sini, jangan sampai upaya kita mencari kekayaan itu dengan cara-cara yang tak terpuji. Misalnya, dengan melakukan keculasan, menipu, atau melakukan praktik-praktik korupsi.
Bicara tentang cara agar kita menjadi orang kaya, dalam buku ‘Kaya Raya Tanpa Modal untuk Anak Muda’ karya Agustina Wulandari dipaparkan sederet ragam bisnis sekaligus kunci suksesnya. Ragam bisnis yang dipaparkan tersebut semoga dapat membantu para pembaca untuk memilih jenis bisnis yang diminati.
Salah satu jenis bisnis yang diuraikan dalam buku tersebut adalah membuka usaha jasa fotografi dan perekaman video. Usaha foto dan video shooting tergolong tidak pernah sepi peminat. Jika Anda perhatikan di lingkungan sekitar, acara-acara seperti pernikahan, khitanan, pengajian, serta wisuda sering menggunakan jasa tersebut.
Usaha fotografi dan perekaman video juga dapat digeluti sebagai sampingan karena biasanya permintaan meningkat di hari libur. Jadi, bagi Anda yang masih berstatus mahasiswa atau telah bekerja dapat menggeluti bisnis ini tanpa mengganggu waktu kuliah atau pekerjaan pokok (halaman 259).
Jenis bisnis lainnya yang dipaparkan Agustina Wulandari dalam buku ini yakni membuka usaha jasa pengiriman barang. Bidang jasa dalam bentuk apa pun pasti dicari banyak orang. Sebab, setiap orang pasti membutuhkan bantuan orang lain dalam menuntaskan atau menyelesaikan berbagai hal.
Pengiriman barang merupakan salah satu bidang jasa yang semakin prospektif. Di antara faktor yang memengaruhi ialah banyaknya orang bertransaksi secara online, sehingga mengembangkan paradigma baru dalam kehidupan masyarakat (halaman 245).
Jenis bisnis lainnya yang bisa disimak sekaligus dipelajari dalam buku terbitan Saufa Yogyakarta ini antara lain menjadi penulis lepas, membuka usaha penerjemahan, membuka usaha penyewaan tanaman hias, dan lain sebagainya. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Ferdy Sambo Disebut Terlibat Bisnis Gelap Judi Konsorsium 303
-
Menggandeng Sang Kakak, Amanda Manopo Buka Bisnis Kuliner Unik
-
Ferdy Sambo Diduga Terlibat Bisnis Gelap Judi Konsorsium 303, Ini Kata Polri
-
Pebisnis Mesti Tahu, Mengapa Branding dan Digital Marketing Memainkan Peran Penting? Yuk, Cari Tahu di Event Ini
-
3 Usaha yang Menjanjikan Setelah Pandemi COVID-19 Mereda
Ulasan
-
Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup
-
Saat Semua Cara Tak Berhasil, "Tuhan, Akhirnya Aku Menyerah" Jawabannya
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru
-
Review Your Fault: London, Kisah Menarik tentang Ego Remaja dan Kedewasaan
Terkini
-
Kulit Eksim? Ini 5 Rekomendasi Body Lotion Lokal dengan Formula Aman
-
Benarkah Sakit Itu Tabu? Fenomena Seorang Ibu yang Tidak Boleh Sakit
-
Kompetisi Orang Paling Menderita
-
Mau Tampil Classy? Ini 4 OOTD Earthy Chic ala Yoona SNSD yang Menawan
-
Guru Selalu Dibilang Pahlawan, Tapi Tidak Dijadikan Prioritas Anggaran