Bagi sebagian orang, menjalani masa pensiun adalah hal yang tidak menyenangkan. Terlebih bagi orang-orang yang dulu pernah memiliki jabatan penting di tempat kerjanya, seperti menjadi manajer, direktur di sebuah perusahaan, kepala sekolah favorit, dan lain sebagainya.
Mereka yang dulunya super sibuk setiap hari dan orang-orang begitu menghormatinya, namun setelah dinyatakan pensiunan, semua hal yang dianggap membanggakan atau menjadi prestasi dalam hidup mereka hilang tanpa ada yang mampu mencegahnya.
BACA JUGA: Sentilan Kosmopolitan: Kumpulan Esai Menggugah Karya Mujiburrahman
Karenanya, tak heran bila banyak orang yang merasa ketakutan saat mendekati masa-masa pensiun. Terlebih usia yang semakin menua biasanya semuanya akan mengalami penurunan, mulai dari kesehatan, persoalan ekonomi yang berkurang, dan lain-lain.
Padahal, kalau kita berusaha berpikir positif, tak ada yang perlu dicemaskan saat berhadapan dengan masa-masa pensiun. Justru pensiun menjadi cara bagi kita untuk lebih banyak menggunakan waktu sesuka hati kita. Misalnya, melakukan hobi atau aktivitas positif yang dulu tak sempat kita lakukan saat masih bekerja di kantor, menjadi karyawan di sebuah perusahaan, dan seterusnya.
BACA JUGA: Ulasan Buku Mukjizat Puasa, Merenungi Hikmah Puasa Ramadan
Dalam buku “True Life Begins at 50+” dijelaskan, sesungguhnya kehidupan di masa pensiun adalah bagian kehidupan yang paling indah. Saat itu hidup Anda tak lagi dikendalikan majikan, atasan maupun pekerjaan Anda, Anda sendirilah yang sepenuhnya mengendalikan kehidupan yang setiap hari diisi dengan berbagai kegiatan yang sesuai keinginan Anda.
Yang jelas, menjalani kehidupan setelah pensiun merupakan sebuah perubahan besar. jika tidak mempersiapkan diri dengan baik, tidak mudah menghadapi perubahan yang begitu drastis. Dari sebelumnya setiap pagi sibuk menyiapkan diri berangkat kerja, bahkan kadang-kadang tidak sempat sarapan, kini mendadak bangun tidur tanpa tahu mau ke mana. Dari sebelumnya sibuk bekerja sepanjang hari, bahkan tak jarang harus lembur, sekarang bingung mau mengerjakan apa. Jika sebelumnya banyak berhubungan dan berkomunikasi dengan orang-orang, kini hanya ditemani pasangan hidup atau sendirian di rumah (hlm. 51).
BACA JUGA: Ulasan Buku Tuhan Ada di Hatimu: Teman Hijrah dan Memaknai Keindahan Islam
Jim Mintarja, penulis buku ini, menjelaskan kunci keberhasilan pensiun terletak pada kemampuan menghadapi dan mengelola perubahan menuju kehidupan baru yang berbeda dari sebelumnya.
Buku karya Jim Mintarja ini sangat menarik dibaca oleh siapa pun, terlebih oleh orang-orang yang tengah bersiap-siap menghadapi masa pensiun. Buku ini dapat dijadikan sebagai motivasi atau penyemangat hidup, bahwa menjalani masa pensiun itu bukan hal buruk tetapi justru sangat menyenangkan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Sentilan Kosmopolitan: Kumpulan Esai Menggugah Karya Mujiburrahman
-
Ulasan Buku Mukjizat Puasa, Merenungi Hikmah Puasa Ramadan
-
Ulasan Buku Tuhan Ada di Hatimu: Teman Hijrah dan Memaknai Keindahan Islam
-
Kapan THR Pensiunan Cair? Catat Tanggalnya
-
Taspen Salurkan Tunjangan Hari Raya Bagi Pensiunan Hari Ini 4 April 2023
Ulasan
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi