Penulis adalah profesi yang dapat dijalani oleh setiap orang. Siapa pun dia. Tak peduli memiliki gelar atau pun tidak. Asalkan ada kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh, saya yakin cita-citanya menjadi penulis akan tercapai.
Seorang pegawai negeri sekali pun, yang memiliki jam kerja yang cukup menyita waktu, tenaga, dan pikiran, bisa mewujudkan impiannya menjadi seorang penulis. Baik itu penulis buku maupun penulis kolom di berbagai media massa.
BACA JUGA: Review Buku 'Dua Permata Islam', Sejarah Hidup Dua Khalifah Paling Legendaris
Dalam buku “Pagi Pegawai Petang Pengarang” (Genius Media, 2015) Much. Khoiri akan berbagi kisahnya tentang dua profesi yang dia jalankan sekaligus, yakni sebagai pegawai negeri dan juga seorang penulis atau pengarang.
Judul buku ini terinspirasi dari ungkapan seorang pengarang terkenal dari Mesir, Naguib Mahfouz, yang menyebut Hadiah Nobel bidang sastra pada tahun 1988, yang berbunyi “I was a government employee in the morning and a writer in the evening” yang artinya: saya seorang pegawai negeri di kala pagi dan penulis/pengarang di kala petang. Agar rimanya enak, subjeknya disembunyikan, tinggal berbunyi ‘pagi pegawai, petang pengarang’ (hlm. 3).
BACA JUGA: Hasanah Dunia Akhirat: Meraih Sukses dari Doa Sapu Jagat
Menurut Much. Khoiri, menulis mengandung berbagai manfaat yang luar biasa. Jika Anda memiliki gagasan, jangan hanya direnungkan, tapi tuliskan, agar bisa dibaca orang lain. Menulis itu berbagi tanpa teriakan. Menulis itu membebaskan dari belenggu diri dan sosial. Menulis juga menyembuhkan dari berbagai penyakit akibat beban psikis. Bahkan, jika Anda kurang lihai mengungkapkan perasaan secara lisan, tulisan merupakan pilihan yang tepat.
Dalam buku ini, penulis mengaku menjadi dosen sejak tahun 1991, dan belajar menulis di media massa sejak tahun 1986/1987. Jika dahulu penulis memberati dunia profesi pegawai negeri dan menganaktirikan dunia menulis; kini ia telah menganggap bahwa keduanya profesi yang harus dikembangkan secara bersamaan.
BACA JUGA: Eksplorasi Gender dalam Novel 'The God of Small Things' Karya Arundhati Roy
Terbitnya buku “Pagi Pegawai Petang Pengarang” ini dipersembahkan oleh penulis bagi Anda yang sibuk dan suntuk menunaikan tugas sebagai pegawai (entah di lembaga negeri, swasta, atau milik sendiri). Dengan perlahan, buku ini akan membuat Anda mengisi kesibukan tanpa ujung itu dengan kegiatan menyenangkan dan kraetif yang bakal membuat Anda mengukir sejarah.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
Artikel Terkait
-
Review Buku 'Dua Permata Islam', Sejarah Hidup Dua Khalifah Paling Legendaris
-
Hasanah Dunia Akhirat: Meraih Sukses dari Doa Sapu Jagat
-
Ulasan Buku Beginners Karya Tom Vanderbilt: Panduan Belajar Hal Baru Tanpa Batasan Usia
-
Ulasan 'Digital Fortress', Novel Techno-thriller karya Dan Brown
-
Ulasan Buku 'Adab di Atas Ilmu', Etika Bersama Antara Guru dan Murid
Ulasan
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
-
Dibalik Aksi Copet Massal, Ada "Arsip Zaman" Skena Musik Indonesia di Film Operasi Pesta Copet
-
Review Film Motor City: Sengaja Mengorbankan Cerita demi Gaya
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam
Terkini
-
Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!
-
SEVENTEEN Akan Hiatus untuk Wajib Militer, Sisa 5 Member yang Tetap Aktif
-
Rutin Tiap Tahun, Thailand Kirim Film 9 Temples to Heaven ke Oscar 2027
-
RUU Perampasan Aset dan Ujian Keseriusan Negara Melawan Korupsi
-
Gaji Pas-pasan Tapi Mau Financial independence, Emangnya Bisa?