Tidak ada kesuksesan yang bisa kita raih dengan mudah alias instan. Bahkan, mie instan yang dijual di super market saja, cara memasaknya nggak seinstan yang dibayangkan. Pertama-tama kita harus menjerang air dulu hingga mendidik, lalu membuka bungkus mie, merobek wadah bumbunya, dan seterusnya.
Belum lagi kalau pas tiba-tiba ada kendala, gas habis misalnya. Tentu kegiatan memasak mie instan menjadi tersendat karenanya.
Jadi, intinya tidak ada sukses yang bisa kita peroleh dengan cepat seperti membuka telapak tangan. Kesuksesan harus melewati sederet proses yang tidak sebentar dan kita harus kuat menghadapinya.
Bicara kesuksesan, ternyata identik dengan kemakmuran. Orang yang hidupnya telah makmur, biasanya ia akan merasa tenang karena segala hal yang dibutuhkannya tercukupi dengan baik.
Kemakmuran memiliki definisi yang beragam. Dalam buku “Formula untuk Meraih Kemakmuran” kemakmuran bisa berarti: kaya, sejahtera, menguntungkan, keberhasilan, keberuntungan, kekayaan. Tentu saja, definisi tentang apa itu kemakmuran tidak terbatas jumlahnya.
Seorang penyair Tamil yang cerdas dan berbakat, Kaalamekam, mengatakan, kemakmuran dapat dikategorikan sebagai seperangkat berkat yang terdiri dari enam belas berkat besar yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan sendiri pada manusia.
Keenam belas berkat tersebut yakni: ketenaran, pendidikan, keberanian, keberhasilan, keturunan, ketegaran, keuangan, kelimpahan makanan, kemapanan, kenikmatan, kebijaksanaan, kecantikan, kehormatan abadi, kedermawanan, kelahiran yang baik, kesehatan atau umur panjang (hlm. 6-7).
Maka, J.P. Vaswani pun menyimpulkan bahwa kemakmuran jauh lebih besar daripada sekadar kekayaan materi. Kemakmuran adalah keadaan terpuaskan, situasi yang berkelimpahan, sikap yang menunjukkan bahwa tidak ada lagi kekurangan ataupun keinginan.
Dalam buku terbitan Gramedia (2014) ini, penulis membeberkan filsafat Tao yang begitu menarik, yang mengajarkan kepada kita tentang beberapa hal:
Pertama, jika Anda menginginkan kebahagiaan maka berbagilah kebahagiaan dengan semua orang yang Anda temui. Kedua, jika Anda menginginkan kedamaian maka hiduplah dalam damai. Ketiga, jika Anda menginginkan cinta maka berikanlah cinta tak bersyarat dari dalam lubuk hati Anda. Keempat, jika Anda menginginkan sukacita maka berikanlah sukacita kepada orang lain. Kelima, jika Anda memiliki lebih, berikanlah harta Anda. Keenam, jika Anda memiliki sedikit, berikanlah hati Anda.
Bila memahami filsafat Tao tersebut, maka saya pun dapat menyimpulkan bahwa bila kita ingin sukses dalam hidup ini maka kita harus berupaya membantu orang lain dalam meraih kesuksesan. Artinya, bila saat ini kita telah meraih sukses dalam suatu bidang, berusahalah untuk membantu orang lain meraih sukses sebagaimana yang kita rasakan.
Buku motivasi karya J.P. Vaswani ini bisa dijadikan sebagai salah satu referensi menarik untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesuksesan kita. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Artikel Terkait
-
Review Buku "Pagi Pegawai Petang Pengarang": Setiap Orang Bisa Jadi Penulis
-
Review Buku 'Dua Permata Islam', Sejarah Hidup Dua Khalifah Paling Legendaris
-
Hasanah Dunia Akhirat: Meraih Sukses dari Doa Sapu Jagat
-
Personal Branding: Jadi diri sendiri, Gali Potensi, Bangun Hubungan, dan Mencapai Kesuksesan
-
6 Jenis Lingkungan yang Tepat untuk Mencapai Kesuksesan, Sudah Punya?
Ulasan
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
Terkini
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo
-
Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh
-
Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya